Ketua MPR Bagikan Sembako hingga Asuransi ke Pengemudi Ojek Online

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2020 14:26 WIB
MPR RI
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo kembali menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako, partisi portable, dan asuransi BPJS Ketenagakerjaan kepada pengemudi ojek online. Hal itu dilakukannya sebagai bagian dari adaptasi kebiasaan baru untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

"Para ojol kita berikan partisi portable atau penyekat antara pengemudi dan penumpang. Ini merupakan upaya untuk memperkecil penularan COVID-19 dari penumpang ke pengemudi. Ini juga menjadi bagian dari sebuah adaptasi kebiasaan baru atau AKB yang harus dilaksanakan secara terukur dengan tingkat disiplin yang tinggi," kata Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2020).

Penyerahan bantuan hasil kerja sama dengan Gerak BS dan Garda (Gabungan Aksi Kendaraan Roda Dua) ini dihadiri Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah dan Lestari Moerdijat, juga dihadiri Ketua Garda Igun Wicaksono, Ketua Umum dan Sekjen Gerak BS Aroem Alzier dan Ratu Dian.

Selain memberikan partisi portable, pada saat yang sama, Bamsoet juga meluncurkan garda digital. Hal ini untuk memastikan keamanan pengemudi maupun penumpang.

"Ini adalah ojol digital yang bisa diakses publik. Jadi, ketika diantar ojol, kita sudah mengetahui profil pengemudinya sehingga tidak perlu khawatir atau perlu dilacak. Ketika diantar ojol, kemudian Anda sakit dan masuk rumah sakit, maka bisa dilacak siapa yang mengantar dan kapan, karena datanya cukup lengkap," jelasnya.

Sementara itu, Bamsoet juga menyerahkan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan kepada pengemudi Ojol. Pada tahap pertama, kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan diberikan kepada 200 pengemudi ojol dengan nilai premi sebesar Rp 16.800 per bulan.

Sedangkan tanggungan asuransi jiwa yang diberikan antara lain, jika meninggal dalam keadaan biasa (tidak bekerja) sebesar Rp 42 juta, meninggal ketika sedang bekerja mendapat tanggungan asuransi sebesar Rp 72 juta ditambah beasiswa sebesar Rp 174 juta untuk dua orang anak, biaya sekolah dari SD sampai perguruan tinggi. Sedangkan bila mengalami kecelakaan kerja dan dirawat di rumah sakit maka biaya pengobatan dan perawatan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan.


Menurut Bamsoet, pengemudi ojol merupakan peserta potensial BPJS Ketenagakerjaan. Sebab anggota Garda di Jabodetabek sekitar 900 ribu sampai 1 juta orang. Di seluruh Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua ada sekitar 4 juta pengemudi ojol."Selama tiga bulan pengemudi ojol gratis membayar premi sebesar Rp 16.800 per bulan karena kami yang tanggung. Mudah-mudahan ini membuat pengemudi jol bisa bekerja dengan tenang," ungkap Bamsoet.

"Ini potensi menampung tenaga kerja yang luar biasa. Kita berharap ojol hanya menjadi alternatif sementara para pereka untuk menyambung hidup keluarganya sambil menunggu pekerjaan baru," pungkasnya.

(prf/ega)