BPOM Surabaya: Ada Kemungkinan Ayam Juga Diformalin

BPOM Surabaya: Ada Kemungkinan Ayam Juga Diformalin

- detikNews
Selasa, 27 Des 2005 15:37 WIB
Surabaya - Seperti Jakarta, masyarakat Surabaya patut waspada. Sebab produk pangan berformalin juga dijual bebas di supermarket maupun pasar tradisional di kota itu.Makananan mengandung zat berbahaya ini ditemukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) Surabaya. Semua bahan makanan yang terdiri dari mie basah, tahu dan ikan laut segar ini telah diuji laboratorium. Hasilnya, 15 sampel mie basah yang diperiksa, 60 persen mengandung formalin. Dan dari 38 sampel ikan laut segar, sebanyak delapan mengandung formalin. "Sampel makanan itu diambil dari sejumlah supermarket dan pasar tradisional. Bahkan tolong juga waspada untuk kemungkinan ayam yang diawetkan," kata Rishadi, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) Surabaya saat dihubungi detikcom, Selasa (27/12/2005) siang.Ia juga mengimbau pemilik supermarket, khususnya petugas bagian penerima pasokan, untuk lebih waspada dan selektif dalam menerima produk yang akan dipasarkan. "Harusnya mereka teliti dan mencatat semua produsen yang memasok, sehingga jika terbukti ada formalinnya akan mudah mendeteksinya," katanya.Dalam waktu dekat ini, BB POM Surabaya akan memanggil pemilik supermarket yang telah diperiksa sebagai sampel untuk dimintai keterangan. "Kita akan lakukan pembinaan supaya lebih hati-hati. Dan jika nanti produsennya kita tahu maka akan kita kejar. Kalau itu home industry ya kita kasih sosialisasi bahayanya formalin," jelasnya. Untuk mengantisipasi peredaran lebih luas lagi, BB POM Surabaya saat ini tengah melakukan koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan dan kepolisian untuk segera menangani penjualan makanan yang mengandung formalin. "Jika ada kesengajaan itu berarti pelanggaran hukum bagi yang memproduksinya," tegasnya.Dari data BB POM, barang bukti itu diambil dari supermarket C, S, H dan sejumlah pasar tradisional seperti Keputran, Pasar Mulyosari, Pasar Wadung Asri dan pasar kaki lima Mangga Dua Wonokromo. "Saya harap pedagang yang merasa dagangannya mengandung formalin segera menariknya. Jangan dijuallagi," pintanya. (nrl/)


Berita Terkait