Round-Up

Wanti-wanti Wagub Sultra ke Perusahaan yang Terima 500 TKA China

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2020 08:24 WIB
Gelombang pertama kedatangan TKA asal China tiba di Bandara Halu Oleo Kendari (Sitti Harlina/detikcom)
Foto: Gelombang pertama kedatangan TKA asal China tiba di Bandara Halu Oleo Kendari (Sitti Harlina/detikcom)

Protes atas dipekerjakannya ratusan TKA China terus berlangsung hingga hari ini. Puluhan pemuda yang tergabung dalam Laskar Pemuda Merah Putih (LPMP) melakukan aksi unjuk rasa di gerbang perbatasan Ranomeeto-Kota Kendari, menuntut sikap transparan Pemprov Sultra soal TKA China.

"Kami meminta kepada pemerintah provinsi agar transparan terkait masuknya TKA China di Sultra. Kami menantang karena dengan masuknya 500 TKA ini dijanjikan untuk mempekerjakan tenaga kerja lokal sebanyak 5.000 orang," ujar Febri salah seorang para pengunjuk rasa saat orasi pada Jumat (26/6/2020).

Pengunjuk rasa mendesak pemerintah lebih tegas dalam menerapkan aturan kepada para TKA. Pihaknya meminta pemerintah segera merealisasikan janjinya untuk mempekerjakan tenaga kerja lokal.

Massa berjanji aksi unjuk rasa akan terus dilakukan, bahkan dalam jumlah yang lebih banyak, jika pemerintah tidak tegas menyikapi kedatangan TKA.

Demo Tolak TKA China di Kendari SultraFoto: Demo Tolak TKA China di Kendari Sultra pada Jumat, 26 Juni 2020 (Sitti Harlina/detikcom)

External Affairs Manager PT VDNI dan PT OSS, Indrayanto sebelumnya sudah menerangkan pihaknya sedang mengerjakan pembangunan 33 tunggu. Pihaknya juga akan melakukan penyempurnaan pembangunan smelter.

"Mereka adalah tenaga ahli yang dari pihak kontraktor untuk penyelesaian pembangunan smelter kita yang ada di VDNI dan OSS. Kalau melihat perkembangan yang ada kita saat ini tengah membangun 33 tungku yang ada di OSS dan ada penyempurnaan pembangunan di virtu," kata Indrayanto Kamis (25/6).

Indrayanto mengungkapkan TKA yang akan dipekerjakan yakni 500 orang. Mereka akan tiba di Tanah Air secara bertahap dan bekerja selama 6 bulan.

"Kebetulan yang datang kemarin sesuai dengan dokumen yang ada pada kita, imigrasi dan tenaga kerja mereka pemasangan selama 6 bulan," ujarnya.

Halaman

(aud/aud)