Round-Up

Wanti-wanti Wagub Sultra ke Perusahaan yang Terima 500 TKA China

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2020 08:24 WIB
Gelombang pertama kedatangan TKA asal China tiba di Bandara Halu Oleo Kendari (Sitti Harlina/detikcom)
Foto: Gelombang pertama kedatangan TKA asal China tiba di Bandara Halu Oleo Kendari (Sitti Harlina/detikcom)
Kendari -

Kedatangan 152 TKA China di Sulawesi Tenggara (Sultra) menimbulkan gelombang protes. Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas meminta perusahaan yang mempekerjakan warga China juga mempekerjakan warga lokal.

Dalam hal ini perusahaan yang menyerap ratusan TKA China itu adalah PT VDNI dan PT OSS. Pihak perusahaan telah menerangkan menjelaskan para TKA itu dipekerjakan sebagai tenaga ahli dalam penyelesaian pembangunan pengolahan dan pemurnian bijih tambang atau smelter di Kabupaten Konawe.

"Ini kan tentang proyek strategis nasional jadi kita harus dukung, hanya saja pabrik juga harus perhatikan orang daerah," kata Lukman di Kendari, Jumat (26/6/2020).

Lukman meminta perusahaan yang mempekerjakan para TKA China tersebut juga mempekerjakan warga lokal, khususnya yang tinggal di sekitar proyek perusahaan. Lukman memahami datangnya ratusan TKA China di Sultra merupakan bagian dari proyek stragis nasional yang juga didukung pihaknya, kendati demikian perusahaan juga dinilai harus menyerap pekerja asal daerah itu.

Untuk diketahui 152 TKA China yang telah tiba merupakan kloter pertama. Akan ada kloter selanjutnya sehingga total direncanakan TKA dari Negeri Tirai Bambu yang akan dipekerjakan ada 500 orang.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Lukman Abunawas (Sitti-detikcom).Foto: Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Lukman Abunawas (Sitti-detikcom).

Lukman mengungkapkan, perusahaan memang memiliki alasan sendiri mendatangkan TKA China. Pekerja asing itu disebut memiliki keahlian tertentu.

Tapi Lukman berpendapat tenaga kerja lokal juga memiliki keahlian, oleh karena itu perlu mendapat kesempatan kerja yang sama.

"Mau sarjana apa juga sebenarnya kita punya, hanya saja yang penting itu tinggal dikomunikasikan saja. Coba tolong diberdayakan, kita jangan jadi penonton," imbuhnya.

Penolakan terhadap kedatangan TKA China sudah berlangsung sejak pekan lalu. Sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggeruduk kantor bupati. Mereka menuntut Bupati Konawe Kerry Saiful Konggoasa menolak kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China di PT VDNI yang terletak di Kabupaten Konawe pada Jumat (19/6).

Tonton juga 'Wagub Sultra Dukung Kedatangan TKA China, Asal...':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2