Selamatkan Pengungsi Rohingya di Aceh, RI Selidiki Dugaan Penyelundupan Manusia

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2020 02:27 WIB
Puluhan pengungsi etnis rohingya terdampar sekitar 4 mil dari pesisir pantai kawasan Aceh. Selain orang dewasa, sejumlah anak terlihat di dalam rombongan itu.
Pengungsi Rohingya Terdampar di Pesisir Pantai Aceh (Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Jakarta -

Pemerintah Indonesia menyelamatkan puluhan pengungsi etnis Rohingya yang memasuki perairan Aceh Utara. Para pengungsi itu saat ini ditampung di eks Kantor Imigrasi Lhoksemauwe.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jumat (26/6/2020), 99 orang pengungsi Rohingya diselamatkan di perairan Aceh Utara pada Rabu (24/6). Kemlu menyatakan keputusan itu atas dasar kemanusiaan karena kondisi para pengungsi memprihatinkan dan membahayakan jiwa mereka.

"Para pengungsi saat ini ditampung di bekas Kantor Imigrasi Lhoksemauwe, Aceh. Fokus utama sekarang adalah pemenuhan kebutuhan dasar, pemberian penampungan sementara, dan pelayanan kesehatan. Hal-hal tersebut dilakukan dengan memastikan berlakunya protokol kesehatan guna mencegah penularan virus COVID-19 di kalangan migran etnis Rohingya," demikian keterangan dari situs resmi Kemlu.

Kemlu menyebut pemerintah Indonesia tengah menyelidiki dugaan perdagangan manusia terhadap para pengungsi dari Rohingnya. Kemlu menyatakan penyelundupan manusia harus dihentikan.

"Otoritas Indonesia juga tengah menyelidiki kemungkinan adanya unsur penyelundupan manusia sehingga migran ireguler tersebut menjadi korban. Penyelundupan manusia adalah kejahatan yang harus dihentikan dan memerlukan kerja sama kawasan dan internasional," tulis Kemlu.

Saat ini, pemerintah juga telah bekerja sama dengan Badan Urusan Pengungai PBB (UNHCR) terkait upaya penanganan pengungsi Rohingya. Selain itu, masyarakat Aceh juga disebut memberikan bantuan kemanusiaan.

"Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah setempat berkerja sama dengan UNHCR dan IOM akan segera melakukan upaya-upaya lebih lanjut terkait penanganan 99 orang migran etnis Rohingya tersebut. Masyarakat Aceh Utara dan Lembaga Sosial Masyarakat Indonesia juga aktif memberikan bantuan kemanusiaan," tulisnya.