Penolakan TKA China Terus Terjadi di Kendari, Mahasiswa Kembali Demo

Sitti Harlina - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 17:50 WIB
Demo Tolak TKA China di Kendari Sultra
Demo menolak TKA China di Kendari, Sultra (Sitti Harlina/detikcom)
Kendari -

Puluhan pemuda yang tergabung dalam Laskar Pemuda Merah Putih (LPMP) melakukan aksi unjuk rasa di gerbang perbatasan Ranomeeto-Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Massa aksi meminta pemerintah provinsi lebih transparan dalam penanganan TKA yang datang di Sultra.

"Kami meminta kepada pemerintah provinsi agar transparan terkait masuknya TKA China di Sultra," ujar Febri salah seorang para pengunjuk rasa saat orasi pada Jumat (26/6/2020).

Pengunjuk rasa mendesak pemerintah lebih tegas dalam menerapkan aturan kepada para TKA. Pihaknya meminta pemerintah segera merealisasikan janjinya untuk mempekerjakan tenaga kerja lokal.

"Kami menantang karena dengan masuknya 500 TKA ini dijanjikan untuk mempekerjakan tenaga kerja lokal sebanyak 5.000 orang," kata massa aksi.

Massa aksi berjanji, jika pemerintah tidak tegas menyikapi kedatangan TKA, aksi unjuk rasa akan terus dilakukan bahkan dalam jumlah yang lebih banyak.

Sebelumnya diberitakan PT VDNI dan PT OSS, perusahaan yang menerima 500 TKA China di Sultra, menyatakan TKA akan bekerja selama 6 bulan. Para TKA itu akan bekerja sebagai tenaga ahli dalam penyelesaian pembangunan pengolahan dan pemurnian bijih tambang atau smelter di Kabupaten Konawe, Sultra.

Tonton video 'Perusahaan Sebut Kontrak Kerja TKA China di Sultra Selama 6 Bulan':

Selanjutnya
Halaman
1 2