Komandan Misi Pasukan Perdamaian TNI Ungkap Kisah Gugur Prajurit di Kongo

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 16:29 WIB
Konferensi pers Komandan Pusat Misi Pasukan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Victor Hasudungan Simatupang soal prajurit TNI gugur di Kongo (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Konferensi pers Komandan Pusat Misi Pasukan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Victor Hasudungan Simatupang soal prajurit TNI gugur di Kongo (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta -

Prajurit TNI yang sedang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo, Serma Rama Wahyudi, gugur akibat diserang milisi. Serma Wahyudi meninggal dengan dua luka tembakan.

Komandan Pusat Misi Pasukan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Victor Hasudungan Simatupang menyebut kejadian berawal saat Serma Wahyudi yang sebagai komandan tim (dantim) melaksanakan tugas mengantar logistik ke wilayah Halulu, Kongo, sekitar pukul 08.10 waktu setempat, Senin (22/6). Seluruh personel tiba di tujuan dengan selamat.

Selesai, semua anggota berangkat ke Mavivi. Namun, sekitar pukul 15.45, Serma Wahyudi, yang masih bersama anggota timnya, diserang.

"Mereka ditembus oleh milisi dari Uganda yang masuk ke wilayah Kongo. Anggota kita ini diserang dan mengakibatkan Sersan Mayor Wahyu mengalami luka tembak di dada dan perutnya," kata Victor di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (26/6/2020).

"Kemudian anggota kita pada saat penembakan itu semuanya melarikan diri, turun dari kendaraan, turun dan bersembunyi di antara roda truk. Mereka merayap ke belakang menuju (berlindung ke mobil) APC pengawal, bersama-sama dengan dua personel tentara Malawi," lanjutnya.

Victor melanjutkan personel dapat menyelamatkan diri masuk ke dalam kendaraan APC. Namun Serma Wahyudi tertinggal karena tertembak.

"Jadi (kendaraan) APC berhasil dibuka, (pasukan) masuk ke dalam. Setelah itu dihitung jumlahnya, tahu-tahu masih ada ketinggalan satu personel kita, yaitu Sersan Mayor Rama Wahyudi. Anggota kita yang di dalam berteriak untuk minta dantimnya dijemput. Karena si Wahyudi waktu terkena serangan itu tidak bisa melarikan diri karena sudah kena luka tembak. Kemudian anggota kita minta tolong sama team leader-nya Malawi supaya dijemput kembali," ungkapnya.

Dia mengungkapkan semua perlengkapan dirampas milisi. Sekitar 10 menit kemudian, Serma Wahyudi tak sadarkan diri. Satu anggota TNI, yakni Pratu M Syafii Makbul, juga terluka akibat serangan ini.

"Sedangkan pengemudinya mengalami juga luka-luka, helmnya kena serpihan tembakan. Kemudian laporan terakhir di jidatnya terkena serpihan kaca yang tembus dari kaca depan. Itu kronologinya, saya kira itu," ucap Victor.

Tonton juga video 'Komunikasi Terakhir Prajurit TNI yang Gugur di Kongo dengan Keluarga':

(gbr/gbr)