Kemenhub Perkuat Sistem & Teknologi Informasi Pelayaran

Nurcholis Maarif - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 14:53 WIB
Kemenhub
Foto: dok Kemenhub
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) akan memperkuat sistem dan teknologi Informasi agar kejadian pemalsuan sertifikat pelaut tidak terulang kembali. Salah satunya dengan menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melakukan penataan sistem secara menyeluruh.

Sebelumnya, tim gabungan Polda Metro Jaya bersama Satgas dari Kemenhub mengungkap sindikat pemalsuan sertifikat keterampilan pelaut dengan meretas registrasi sertifikat keterampilan pelaut secara online.

"Perkuatan sistem dan teknologi informasi tersebut sudah dilakukan di mana pada tahun 2019 Ditjen Perhubungan Laut menggandeng BSSN untuk melindungi serta memperkuat keamanan siber secara efektif dan efisien juga proteksi terhadap data penting di semua layanan online maupun aplikasi," ujar Dirjen Hubla R Agus H Purnomo dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2020).

"Selama ini secara berkala terus dilakukan updating dan diproteksi maksimal terhadap layanan online kepelautan, namun selalu ada celah yang bisa ditembus oleh peretas. Ini akan kami perbaiki dan diperkuat," imbuh Agus.

Agus juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim gabungan Polda Metro Jaya bersama Satgas dari Kemenhub yang berhasil mengungkap kasus pemalsuan sertifikat pelaut yang telah meresahkan masyarakat.

"Apresiasi kepada tim gabungan Polda Metro Jaya bersama Satgas dari Kementerian Perhubungan yang telah bekerja keras mengungkap kasus ini setelah adanya laporan pengaduan masyarakat yang diterima Kementerian Perhubungan," ujar Agus.

"Kami tidak akan melindungi siapapun termasuk apabila ada oknum yang terlibat. Semoga ini tidak terulang kembali agar masyarakat tidak lagi resah karenanya," sambungnya.

Terkait dengan kasus pemalsuan sertifikat pelaut, kata agus, pihaknya menyerahkan seluruhnya kepada pihak kepolisian untuk dapat diusut tuntas.

Sementara itu, Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Sudiono menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan masuk dari masyarakat terkait dugaan adanya pemalsuan sertifikat pelaut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Ditjen Hubla melaporkan ke pihak kepolisian dan menggandeng BSSN di tahun 2019 untuk mereview sejauh mana tingkat keamanan sistem layanan online milik Ditjen Perhubungan Laut.

Hasilnya review tersebut, terbitlah rekomendasi dan saran dari BSSN untuk perbaikan sistem layanan online Ditjen Perhubungan Laut ke depannya.

"Salah satu rekomendasinya adalah penguatan sistem informasi kepelautan. Proteksi secara berkala juga harus terus dilakukan. Mohon dukungan dari masyarakat agar rencana perbaikan ke depan dapat terlaksana dengan baik," tutup Capt. Sudiono.

(ega/ega)