Wakil Ketua KPK: Kata Firli, Dia Sewa Helikopter untuk Efisiensi Perjalanan

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 12:13 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri mengikuti upacara pelantikan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12/2019). Presiden Joko Widodo melantik lima pimpinan KPK periode 2019-2023 yakni Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango dan Nurul Ghufron. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Foto: Ketua KPK Firli Bahuri (Antara Foto)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengaku sudah berkomunikasi dengan Ketua KPK Firli Bahuri soal kabar heboh naik helikopter mewah saat kunjungan ke Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan. Alex menyebut Firli menyewa helikopter tersebut untuk efisiensi waktu perjalanan.

"Ya disampaikan saja, kemarin itu memang yang bersangkutan cuti ke Baturaja. Dia kabarnya kan yang bersangkutan naik helikopter dan itu memang bayar, karena kan pertimbangannya dari Palembang ke kampung dia kalau naik mobil berapa itu 7 jam atau berapa," kata Alex kepada wartawan usai kegiatan pembagian masker di Stasiun Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2020).

Alex tak menyebutkan secara detail di Baturaja sebelah mana titik tujuan Firli tersebut. Namun apabila dicek menggunakan dua titik 'Palembang' ke 'Baturaja', jarak kedua titik tersebut 203 Km dan bisa ditempuh 4 jam melalui kendaraan roda empat.

Kembali ke Alex. Mantan hakim adhoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta ini menyebut saat kunjungan ke Baturaja itu Firli sedang mengambil cuti sehari. Karena waktu cuti hanya sehari, menurut Alex, Firli menyewa helikopter itu agar perjalanan dari Palembang menuju Baturaja bisa ditempuh dengan waktu yang lebih singkat.

"Kalau PP (pergi-pulang) kan lebih sehari, padahal cutinya sehari. Makanya menyewa helikopter itu, bayar kok dia bilang helikopter. Itu yang disampaikan. Terlepas, ya, apa pun pendapat masyarakat tapi dari sisi efisiensi waktu itu yang dia pertimbangkan karena cuti cuma satu hari," ujar Alex.

Alex mengaku enggan menyimpulkan apakah yang dilakukan Firli itu melanggar kode etik KPK atau tidak. Ia menyerahkan penilaian itu ke Dewan Pengawas KPK.

"Kan sudah disampaikan ke Dewas sejauh ini sudah dilakukan klarifikasi. Yang jelas pasti dewas akan menindaklanjuti," tuturnya.

Sebelumnya, MAKI melaporkan Firli Bahuri ke Dewas KPK atas dugaan pelanggaran kode etik pada Rabu (24/6). Firli diduga melanggar etik karena menggunakan helikopter mewah saat kunjungan ke Baturaja di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

"Hari ini, Rabu, tanggal 24 Juni 2020, MAKI telah menyampaikan melalui e-mail kepada Dewan Pengawas KPK berisi aduan dugaan pelanggaran kode etik oleh Firli Ketua KPK atas penggunaan helikopter mewah untuk perjalanan dari Palembang ke Baturaja pada hari Sabtu, tanggal 20 Juni 2020," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6).

Boyamin menyebut Firli menaiki helikopter milik perusahaan swasta dengan kode PK-JTO saat perjalanan dari Palembang menuju Baturaja. Menurutnya, Firli patut diduga melanggar aturan tentang kode etik pimpinan KPK terkait larangan bergaya hidup mewah.

(ibh/fjp)