Bagaimana Sholat Mencegah Perbuatan Keji dan Munkar?

Puti Yasmin - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 18:00 WIB
Infografis tips sholat Khusyuk
Foto: Luthfy S/detikcom/Bagaimana Sholat Mencegah Perbuatan Keji dan Munkar?
Jakarta -

Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza'iri di dalam Kitab Minhajul Muslim menjelaskan soal hikmah mengerjakan sholat. Ulama yang pernah menjadi pengajar tetap di Masjid Nabawi, Madinah itu mengatakan bahwa salah satu hikmah mengerjakan sholat mencegah perbuatan keji dan munkar.

Hal itu sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam Surat Al-Ankabut ayat 45

ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ


Artinya:Bacalah apa yang telah diwahyukan (Allah) kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."


Allah SWT juga berfirman di dalam Al Quran surat Hud ayat 114 yang memerintahkan umat Islam mendirikan sholat di awal pagi dan petang.

وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗاِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذَّاكِرِيْنَ


Artinya: Dan kerjakanlah sholat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).

Bagaimana sholat mencegah perbuatan keji dan munkar?

Imam Al Ghazali dalam Kitab Ihya' Ulumiddin menuliskan bahwa sholat harus dikerjakan sungguh-sungguh. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits shahih yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Abu Ayyub, Rasulullah SAW bersabda:

"Jika engkau mengerjakan sholat, maka sholatlah dengan sholat orang yang berpisah."

Menurut Imam Al Ghazali, maksud hadits tersebut adalah memerintahkan umat Islam agar ketika sholat melepaskan atau memisahkan hawa nafsunya. "Perpisahan dengan kesempatan hidupnya, dan perpisahan dengan seluruh yang dimilikinya," tulis Imam Al Ghazali.

Sholat, lanjut Imam AL Ghazali, adalah suatu munajat kepada Allah SWT. Sehingga sudah semestinya tidak mungkin dilakukan dalam keadaan lalai. Siapa saja yang sholatnya tidak mampu mencegah perbuatan keji dan munkar, dia tak akan bisa semakin dekat dengan Allah. Yang ada justru dia kian jauh dari sang Khaliq.

(pay/erd)