Korlap Demo Tolak RUU HIP Diklarifikasi Polisi soal Pembakaran Bendera PDIP

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 10:57 WIB
PDIP merespons aksi pembakaran bendera partainya saat aksi tolak RUU HIP. PDIP akan menempuh jalur hukum.
Aksi pembakaran bendera PDIP di demo tolak RUU HIP (Foto: 20detik)
Jakarta -

Demo tolak RUU HIP yang diusulkan DPR berbuntut panjang. Koordinator lapangan aksi, Edy Mulyadi, mengaku dimintai klarifikasi oleh polisi.

"Betul, kemarin saya di Polda. Saya menyebutnya bukan diperiksa, diklarifikasi. Paling nggak itu istilah yang diberikan Direktur Intelkam Polda Metro Jaya. Klarifikasi, jadi kita ngobrol enak, bercanda," kata Edy melalui video, Jumat (26/6/2020).

Edy mengatakan klarifikasi itu dilakukan di Polda Metro Jaya kemarin, Kamis (25/6). Dia mengaku ditanya seputar pembakaran bendera PDIP hingga tuntutan menurunkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Emang pertanyaannya seputar pembakaran bendera, seputar bubarkan PDIP, turunkan Jokowi dan sebagainya. Agak lama karena dari situ saya ke direktur, direktorat reserse kriminal umum, reskrimum, kalau polisi tentara suka singkatan-singkatanlah," tutur Sekjen GNPF Ulama itu.

Kepada polisi, Edy mengaku pembakaran bendera PDIP merupakan sebuah kecelakaan. Dia menegaskan tidak ada rencana membakar bendera dalam aksi tersebut.

"Kenapa accident, waktu ditanya sama polisi, pastikan anak buah kalian yang di lapangan yang ikut rapat rapat kami, pasti sudah laporan bahwa tidak ada rencana bakar bendera. Jangankan rencana, dibahas aja nggak," kata Edy.

"Jangankan dibahas di singgung aja nggak. Kepikir saja nggak, karena mungkin tidak di singgung sama sekali dalam rapat-rapat tadi. Tidak ada," sambungnya.

Tonton video 'Pasal-pasal Krusial RUU HIP yang Picu Kontroversi':