Round-Up

Jeritan Hati Ortu-Siswa di Jakarta, Pilihan Sekolah Pupus Gegara Usia

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 07:00 WIB
Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan aturan penerimaan sekolah berdasarkan zonasi yang mengacu pada usia siswa. Aturan ini menuai sejumlah protes warga.
Foto: Protes terkait PPDB DKI Jakarta (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Persyaratan usia dalam PPDB DKI Jakarta 2020 menuai kritik dari sejumlah orang tua murid. Orang tua mengeluhkan dan merasa kecewa atas pemberlakuan seleksi yang memprioritaskan pendaftar usia tertua dalam PPDB DKI Jakarta lantaran khawatir anaknya gagal masuk ke sekolah impian.

Orang tua murid bernama Neneng Kurnia (36), warga Pejaten Barat, Jakarta Selatan, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan anaknya tidak bisa mendaftar di PPDB Jakarta jenjang SMP karena usia tidak memenuhi syarat. Neneng mengaku anaknya saat ini mengalami down.

"Iya, kerugiannya, otomatis anak kita tadinya semangat untuk dapat sekolah negeri tiba-tiba dengan keputusan ini jadi down. Anakku sudah down," kata Neneng saat dihubungi, Kamis (25/6/2020).

Neneng menyebut usia anaknya saat ini 12 tahun 18 hari. Neneng mengatakan tidak setuju dengan sistem jalur zonasi dengan syarat usia yang dianggapnya sangat menyulitkan.

"Hari ini dia jatuhnya 12 tahun 8 hari. Kalau untuk jalur zonasi masih dilihat jarak sih dekat untuk anak saya daftar ke sekolah. Masalahnya ini jalur zonasi sekarang ini yang dilihat usia. Saya tidak setuju, menyulitkan," ucap Neneng.

Tonton video 'Disdik DKI Sebut PPDB Zonasi Sistem Jarak Bermasalah':