Tak Jaga Jarak Saat Aksi Demo, PDIP Jaktim: Ketakutan Akan COVID-19 Hilang

Lukman Nurhadi Arunanta - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 16:30 WIB
Massa PDIP Longmarch menuntut proses hukum pembakaran bendera
Massa PDIP melakukan long march menuntut proses hukum pembakaran bendera. (Jehan/detikcom)
Jakarta -

Massa aksi long march DPC PDIP Jakarta Timur (Jaktim) tidak jaga jarak sesuai dengan protokol kesehatan terkait pandemi COVID-19 saat long march dari Jalan Matraman Raya menuju Polres Metro Jakarta Timur. Koordinator aksi mengatakan cukup kesulitan mengatur di lapangan.

"Pada dasarnya sih kita mau tetapkan social distance ya makanya wajib buat kita bawa masker, kemudian jaga jarak. Tapi, karena memang situasi lapangannya dan emosi teman-teman di lapangan masih begitu kental, sehingga agak susah juga kita mengatur di lapangan," kata Koordinator lapangan aksi Pilian PH kepada wartawan seusai aksi long march, Kamis (25/6/2020).

"Memang agak sedikit tadi terjadi kerapatan-kerapatan tapi itu tidak signifikan sih," sambung sosok yang juga Wakil Ketua DPC PDIP Jakarta Timur ini.

Pantauan detikcom, sejak awal aksi sekitar pukul 13.00 WIB koordinator aksi lewat pengeras suara di mobil komando memang terus menyuarakan agar peserta aksi mematuhi protokol kesehatan. Massa diwajibkan memakai masker dan jaga jarak selama aksi berlangsung.

Pilian melanjutkan, pihaknya tidak khawatir akan penularan COVID-19. Sebab, aksi mereka terkait membela partai karena kasus pembakaran bendera.

"Kita nggak khawatir sih karena kami datang kemarin bicara soal ideologi partai kami. Kami datang kemari soal bendera kebesaran kami dibakar sehingga ketakutan akan COVID itu hilang dengan kemarahan yang ada pada kami saat ini, itu saja," ujarnya.

Massa PDIP Longmarch menuntut proses hukum pembakaran benderaMassa PDIP melakukan long march menuntut proses hukum pembakaran bendera. (Jehan/detikcom)

Ditanya apakah ada rencana melakukan rapid atau swab test untuk massa yang ikut aksi, Pilian mengiyakan.

"Kami tetap lakukan itu di dalam partai. Kami lakukan itu di DPC, DPD, maupun DPP. Proses itu tetap kita lakukan. Itu kita lakukan mekanismenya per dua minggu sekali," tegasnya.

Tonton video 'Corona di RI Tambah 1.178 Kasus Menjadi 50.178, Ini Sebarannya':

(hri/hri)