RSUD Pasar Rebo Tangani 2.433 Pasien DBD, 19 Meninggal
Selasa, 27 Des 2005 12:01 WIB
Jakarta - Sejak Januari sampai 21 Desember 2005, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Rebo, Jakarta Timur, menangani 2.433 pasien demam berdarah dengue (DBD) . Dari jumlah tersebut sebanyak 19 orang tidak tertolong atau meninggal. Sebagian besar korban meninggal, yakni 15 orang, adalah anak-anak.Untuk bulan Desember, hingga 21 Desember, RSUD Pasar Rebo menangani 364 pasien, sebagian besar anak-anak. Yang meninggal dua orang, yakni satu orang anak-anak (Sandro, meninggal 12 Desember) dan satu dewasa (Bagus, meninggal 10 Desember)."Umumnya penyebab tingginya kematian di tahun ini karena masyarakat belum paham penyakit ini, dan terlambat membawa penderita ke rumah sakit," kata Asisten Manajer Hubungan Masyarakat RSUD Pasar Rebo, Deddy Suryadi.Menurut Deddy, jumlah pasien yang ditangani per bulan cenderung rata. "Mulai memuncak pada bulan Agustus sebanyak 211 pasien, September 237 pasien, Oktober 377 pasien, dan November 397 orang," ujarnya di RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2005).Jumlah pasien DBD tahun ini, lanjut Deddy, meningkat drastis dibanding tahun 2004 lalu. Tahun lalu RSUD Pasar Rebo hanya menangani 1.159 pasien DBD, dan yang meninggal lima orang.Saat ini RSUD Pasar Rebo masih menangani 99 pasien DBD, sebagian besar dirawat di kelas III. Untuk kelas III disediakan 115 tempat tidur, termasuk untuk pasien non-DBD.RSUD Pasar Rebo juga sudah menyiapkan 60 buah velbed 60 buah untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pasien DBD pada bulan Januari mendatang. Sebanyak 40 velbed disiapkan RSUD, dan 20 buah velbed dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
(gtp/)











































