Round-Up

Buntut Gugurnya Prajurit TNI Helm Biru, RI Minta Kongo Buru Pelaku

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 24 Jun 2020 21:21 WIB
TNI berangkatkan pasukan untuk misi perdamaian PBB ke Kongo
Dokumentasi prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta -

Tentara asal Indonesia yang bertugas dalam misi perdamaian di Republik Demokratik Kongo gugur dalam serangan milisi. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi angkat suara.

Tentara itu dilaporkan meninggal dunia pada Senin, 22 Juni 2020 waktu setempat. Sedangkan seorang tentara lagi dilaporkan terluka.

Dilansir dari AFP, Selasa (23/6/2020), patroli mereka diserang sekitar 20 kilometer dari Kota Beni di Provinsi Kivu Utara. Hal tersebut disampaikan salah seorang petugas komunikasi pada pasukan penjaga perdamaian MONUSCO.

"Pasukan penjaga perdamaian meninggal dan yang lain terluka tetapi tidak serius. Dia dalam kondisi stabil," kata Sy Koumbo.

Sementara itu, Kepala MONUSCO, Leila Zerrougui, mengutuk serangan yang diduga dilakukan oleh ADF (The Allied Democratic Forces), sebuah kelompok bersenjata terkenal di Republik Demokratik Kongo Timur.

ADF adalah gerakan yang berasal dari negara tetangga Uganda pada 1990-an. Mereka menentang pemerintahan Presiden Uganda Yoweri Museveni.

Pada 1995, mereka pindah ke Kongo, yang menjadi basis operasinya, meskipun tidak melakukan serangan di Uganda selama bertahun-tahun.

Berdasarkan data PBB, aksi mereka telah menewaskan lebih dari 500 orang sejak akhir Oktober di saat tentara Kongo melancarkan serangan terhadapnya.

ADF juga menewaskan 15 tentara PBB di pangkalan mereka di dekat perbatasan Uganda pada Desember 2017 dan tujuh dalam serangan pada Desember 2018.

Selanjutnya
Halaman
1 2