Beredar Surat Seleksi Sekolah Prioritas, Kemendikbud Pastikan Hoax

Kadek Melda - detikNews
Rabu, 24 Jun 2020 11:43 WIB
Logo Kemendikbud
Logo Kemendikbud. (Foto: dok. Kemendikbud)
Jakarta -

Beredar surat mengenai seleksi sekolah prioritas berkop Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam rangka program merdeka belajar dan guru penggerak. Pihak Kemendikbud memastikan bahwa surat yang beredar tersebut merupakan surat palsu.

Dari gambar yang beredar, surat tersebut bernomor 104-SSP/KH/TU/2020. Surat diterbitkan Senin, 18 Juni 2020 dan bersifat tertutup atau rahasia.

Pihak Kemendikbud meminta kepada masyarakat agar lebih berhati-hati. Masyarakat juga diminta untuk mengkonfirmasi setiap surat edaran yang tersebar yang mengatasnamakan Kemendikbud.

"Berikut ini terlampir surat palsu yang beredar di masyarakat mengenai Seleksi Sekolah Prioritas. Kepada seluruh masyarakat dimohon untuk berhati-hati terhadap adanya surat palsu tersebut dan selalu melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke Kementerian," tulis situs resmi Kemendikbud seperti dilihat detikcom Rabu, (24/6/2020).

Kemendikbud pastikan surat mengenai seleksi sekolah prioritas yang beredar palsu.Kemendikbud pastikan surat mengenai seleksi sekolah prioritas yang beredar palsu. Foto: Dok. Istimewa

Dalam surat tersebut tertulis bahwa untuk mewujudkan program merdeka belajar dan guru penggerak, Kemendikbud membentuk tim evaluasi dan auditor yang terdiri dari beberapa staf ahli dan direktur di kelembagaan Kemendikbud. Tim tersebut berfungsi untuk menyeleksi 100 sekolah di tiap tingkatan sekolah di seluruh Indonesia untuk menjadikan sekolah prioritas tahap pertama.

Dalam surat tersebut juga tertulis bahwa kriteria sekolah prioritas, dipilih dan ditentukan oleh tim evaluasi dan auditor secara rahasia dan tertutup. Kepala sekolah diminta untuk sesegera mungkin menghubungi tim evaluasi dan auditor guna mendapat penjelasan lebih lanjut mengenai program sekolah prioritas tersebut.

Dalam surat palsu tersebut, tertera tanda tangan Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Nai. Dan ditembuskan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Surat tersebut juga menyampaikan bahwa saat ini sedang dalam proses seleksi mentetapkan calon sekolah prioritas. Di dalam surat juga menampilkan email serta nomor telepon dari tim evaluasi dan auditor.

Tonton juga video 'Anies Didemo Massa Wali Murid, Tolak Aturan Usia PPDB':

(dkp/dkp)