Insiden di Kongo: 1 Prajurit TNI Gugur, 1 Terluka

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 24 Jun 2020 04:23 WIB
Sebanyak 1.169 prajurit TNI diberangkatkan dalam misi perdamaian PBB ke Lebanon. Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Satgas Konga) Unifil itu diberangkatkan dari Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (11/12/2015). Ist/Puspen TNI.
Ilustrasi (Pasukan Perdamaian PBB (Foto: Pool)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan dua orang prajurut TNI menjadi korban dalam penyerangan patroli misi perdamaian PBB di Kongo. Satu orang prajurit TNI dinyatakan gugur dan satu lainnya terluka.

"Berdasarkan laporan yang diterima dari MONUSCO, sejauh ini terdapat 2 korban personel Indonesia dari pertempuran bersenjata di wilayah Kongo tersebut. Serma Rama Wahyudi, dinyatakan meninggal dunia, sementara korban lainnya. Prt M Syafii Makbul, masih dalam perawatan intensif," demikian bunyi pernyataan dari Kemlu yang dilihat di laman resmi Kemlu, Rabu (24/6/2020).

Dilansir AFP, patroli misi perdamaian PBB itu diserang pada Selasa (23/6) waktu setempat sekitar 20 kilometer dari kota Beni di Provinsi Kivu Utara. Petugas komunikasi penjaga perdamaian MONUSCO, Sy Koumbo mengatakan satu orang TNI gugur dalam peristiwa itu.

"Helm Biru gugur dan yang lain terluka tetapi tidak serius. Dia dalam kondisi stabil," kata Sy Koumbo.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, sebelumnya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya prajurit TNI itu. Retno meminta otoritas Kongo untuk mengusut tuntas pelaku penyerangan itu.

"Duka cita yang mendalam atas berpulangnya Serma Rama Wahyudi, salah satu anggota pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di Misi MONUSCO, Kongo," tulis Retno dalam akun twitter resminya, Selasa (23/6).

"DK PBB telah mengutuk keras serangan kepada MONUSCO dan meminta otoritas Kongo untuk melakukan investigasi dan membawa pelakunya ke meja pengadilan", lanjutnya.

Tonton juga video 'Pesawat Jatuh Timpa Perkampungan di Kongo, 29 Orang Tewas':

(lir/lir)