Sambut New Normal, Pemkot Semarang Kembangkan Desa Wisata Nongkosawit

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Selasa, 23 Jun 2020 19:51 WIB
Semarang
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Semarang Indriyasari secara virtual meresmikan pengembangan Desa Wisata Nongkosawit yang berlokasi di Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati. Hal tersebut menyusul kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang memberikan kelonggaran yang salah satunya di sektor pariwisata.

Indriyasari mengatakan pengembangan desa wisata Nongkosawit itu adalah salah satu upaya Pemkot Semarang untuk mengangkat kearifan lokal yang ada sehingga bisa menjadi destinasi wisata unggulan di Kota Semarang.

"Dengan berbagai keunggulan yang sudah ada, saya rasa pengembangan desa wisata Nongkosawit ini Insyaallah akan menjadikannya sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Kota Semarang," ujar Indriyasari, dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2020).

Menurut Indriyasari, sebagai salah satu desa wisata di Kota Semarang, Nongkosawit menyediakan berbagai konsep wisata menarik antara lain Curug Mahtukung, pemandangan sawah terasering, River tubing Kali Jedung (irigasi peninggalan Belanda), Hash - olahraga lintas alam dari kawasan Omah Pang menuju Curug Mahtukung, wisata edukasi penanaman padi, tarian Kunthulan, permainan Tubruk Ikan, dan Omah Pang (rumah panggung dari bahan pang/dahan pohon/tanaman). Ada juga Pasar Tradisional/pasar kaget yang mengangkat potensi kuliner lokal seperti Nasi Tedhun dan Wedang Rojo berbahan empon-empon lokal.

Lebih lanjut Indriyasari mengatakan pengembangan yang dilakukan antara lain 'Omah Pang' menjadi pasar tradisional. Tidak hanya itu saja, berbagai perbaikan sarana dan infrastruktur seperti jalan dan tangga menuju Curug Mahtukung juga telah dilakukan. Harapannya wisata alam di desa wisata Nongkosawit akan semakin banyak yang mengunjungi.

"Nantinya di pasar tradisional dengan banyak Omah Pang ini akan dijual souvenir dan juga kuliner khas kelurahan Nongkosawit," ujarnya.

Indriyasari juga menjelaskan jika selama pandemi COVID-19 ini, protokol kesehatan juga diterapkan bagi pengunjung desa wisata Nongkosawit.

"Pengunjung wajib pakai masker, pengecekan suhu tubuh bagi semua pengunjung, serta menyediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan kita terapkan guna mencegah persebaran COVID-19," ujarnya.

Terlebih baru saja Kota Semarang mendapat penghargaan terkait konsep tatanan normal baru di lima sektor, di mana salah satunya Kota Semarang meraih juara pertama untuk sektor wisata klaster kota.

"Ini artinya Kota Semarang telah bersiap memasuki tatanan kehidupan normal baru. Dengan demikian, penerapan protokol kesehatan di sektor pariwisata menjadi satu hal yang wajib agar roda perekonomian tetap bisa berputar di tengah pandemi COVID-19," pungkasnya.

Tonton video 'dr Reisa Ajak Masyarakat Lakukan Ini saat Berwisata Era New Normal':

(akn/ega)