Sejarah Terbentuknya Kerajaan Arab Saudi

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Selasa, 23 Jun 2020 17:18 WIB
Saudi Arabias King Salman (2nd L, top) takes part in a welcoming ceremony upon his arrival at Vnukovo airport outside Moscow, Russia October 4, 2017. REUTERS/Sergei Karpukhin
Foto: REUTERS/Sergei Karpukhin

2. Negara Saudi kedua
Dinasti Saud berhasil pulih kemudian mendirikan negara Saudi kedua ketika pada 1824 cucu Muhammad bin Saud bernama Turki berhasil merebut Riyadh dan mengusir garnisun Mesir. Sejak itu, Riyadh menggantikan Diriyah sebagai ibu kota negara. Dinasti Saud berhasil merebut kembali beberapa kota. Turki juga berhasil mengembangkan sektor pertanian, perdagangan, dan sastra.

Namun Turki hanya memerintah satu dekade saja. Dia dibunuh oleh sepupunya yang ambisius. Anak Turki bernama Faisal balas dendam dengan meracun pembunuh ayahnya itu. Ottoman kembali mengusik negara ini pada 1865 yang dipimpin anak Faisal bernama Abdulrahman. Kali ini Ottoman menyokong keluarga Al Rashid di Hila untuk menggulingkan negara Saudi.

Menghadapi lawan yang lebih kuat, Abdulrahman bin Faisal Al-Saud terpaksa mundur pada 1891. Dia mencari perlindungan dengan suku-suku Badui di padang pasir luas di Arabia timur. Dari sana, Abdulrahman dan keluarganya termasuk putranya Abdulaziz melakukan perjalanan ke Kuwait. Mereka tinggal di sana sampai tahun 1902.

3. Kerajaan Arab Saudi modern
Abdulaziz muda, bertekad merebut kembali warisan keluarganya dari Al-Rashid yang telah mengambil alih Riyadh. Dalam usia 22 tahun, pada 15 Januari 1902 dengan ditemani 40 pengawal Abdulaziz bergerak menuju Riyadh. Dia berhasil merebut Benteng Masmak dan mengumpulkan pendukung lama dinastinya. Peristiwa legendaris ini menandai awal pembentukan negara Arab Saudi modern.

Saat Perang Dunia I (1914-1918), Abdulaziz memutuskan berkoalisi dengan Inggris. Keduanya punya kepentingan yang sama menumbangkan Kekaisaran Ottoman. Setelah Ottoman runtuh, Abdulaziz menguasai seluruh Najd dan Hijaz, termasuk Makkah dan Madinah, pada tahun 1924 hingga 1925.

Dalam prosesnya, dia menyatukan suku-suku yang bertikai menjadi satu bangsa. Pada 23 September 1932, negara tersebut dinamai Kerajaan Arab Saudi, negara Islam dengan bahasa Arab sebagai bahasa nasionalnya dan Alquran sebagai konstitusinya. Abdulaziz memerintah Kerajaan Arab Saudi sampai tahun 1953.

Setelah Abdulaziz wafat, Arab Saudi berturut-turut dipimpin Raja Saud, Raja Faisal, Raja Khalid, Raja Fahd, Raja Abdullah, dan Raja Salman yang memerintah sejak 2015.

Halaman

(pal/erd)