Sejumlah Kebijakan Arab Saudi Hingga Akhirnya Izinkan Haji 2020 Terbatas

Rosmha Widiyani - detikNews
Selasa, 23 Jun 2020 15:04 WIB
Haji: Pemerintah Arab Saudi putuskan haji tetap diselenggarakan, tapi larang jemaah internasional ikuti ibadah untuk cegah Covid-19
Foto: BBC Indonesia/Sejumlah Kebijakan Arab Saudi Hingga Akhirnya Izinkan Haji 2020 Terbatas
Jakarta -

Sebelum akhirnya memutuskan untuk membuka izin penyelenggaraan ibadah haji 2020 dengan jumlah jamaah terbatas, pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mencegah penyebaran COVID-19 atau Corona. Pemerintah Arab Saudi sempat membatalkan ibadah umroh, menutup Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, lockdown hingga akhirnya mengizinkan pelaksanaan ibadah haji 2020.

Berikut kebijakan Arab Saudi terkait pencegahan COVID-19 hingga mengizinkan haji 2020

1. Pembatalan umroh

Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk menangguhkan sementara kedatangan jemaah umroh dari luar negaranya. Hal itu diungkapkan pihak Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Kamis, 27 Februari 2020, akibat kasus COVID-19 yang makin meningkat.

"Menghentikan sementara warganegara asing masuk ke Kerajaan Arab Saudi dalam rangka ibadah Umroh dan mengunjungi Mesjid Nabawi," tulis rilis dari Kementeruan Luar Negeri Arab Saudi yang diterima detikcom setelah diterjemahkan Dubes RI Agus Maftuh Abegebriel.

2. Lockdown Arab Saudi

Dikutip dari Al Jazeera, lockdown Saudi kali pertama dilaksanakan pada awal Maret 2020 di daerah bernama Qatif sebelah timur. Lockdown bertujuan mencegah penyebaran virus corona di seluruh Arab.

Kebijakan lockdown kemudian diterapkan juga di wilayah Riyadh, Makkah, dan Madinah. Selain di tiga kota tersebut, pembatasan perjalanan dan akses keluar masuk juga diterapkan di 13 wilayah lainnya.

3. Penutupan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Lockdown yang dilakukan tiba-tiba diterapkan makin luas hingga dua tempat suci bagi umat Islam. Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akhirnya ditutup sementara demi menekan jumlah kasus COVID-19.

Kondisi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang sepi plus Kakbah yang dipagari menimbulkan rasa sedih dan harapan COVID-19 segera berlalu. Pada April 2020, Saudi memutuskan terus menutup Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selaman Ramadhan 1441 H.

4. Idul Fitri dalam kondisi lockdown

Idul Fitri 1441 H pada 24-25 Mei 2020 mungkin menjadi yang paling diingat warga Saudi dan seluruh dunia. Pandemi virus corona mengakibatkan warga Saudi harus menunaikan puasa Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dalam lockdown.

Buka puasa, sholat tarawih, dan ibadah lain yang biasanya dilakukan bersama-sama di masjid urung dilaksanakan akibat COVID-19. Para muslim, tidak hanya di Saudi, menghabiskan waktu dengan lebih banyak di rumah bersama keluarga.

5. Pembukaan area tawaf di Masjidil Haram

Upaya lockdown, pencegahan, dan penanganan lain pada infeksi virus corona berbuah manis dengan kasus yang mulai terkendali. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz mengeluarkan dekrit raja mengenai pembukaan kembali pelataran tawaf Masjidil Haram.

"Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud mengeluarkan dekrit raja (al-Amru as-Sami) yang berisi pembukaan kembali pelataran tawaf terhitung sejak Sabtu 7 Maret 2020. Namun dekrit tersebut menyebutkan bahwa pembukaan pelataran tawaf ini bukan diperuntukkan bagi para jemaah umrah namun untuk tawaf-tawaf sunah yang bukan bagian dari tawaf umrah," ujar Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dalam keterangannya.

6. Pembukaan kembali Masjid Nabawi

Setelah Masjidil Haram, Masjid Nabawi di Madinah dibuka kembali pada 31 Mei 2020. Pembukaan seiring dengan sejumlah kebijakan pelonggaran lockdown di Saudi untuk mengaktifkan kembali perekonomian.

Kendati dibuka kembali, sejumlah protokol kesehatan dilaksanakan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk mengantisipasi penularan virus corona. Arena masjid hanya dibuka sebagian untuk menjamin jamaah bisa menerapkan jaga jarak, serta wajib menggunakan masker.

7. Pelonggaran lockdown

Saudi akhirnya melonggarkan lockdown mulai 21 Juni 2020 di seluruh wilayah kecuali Makkah. Pelonggaran dilakukan bertahap sambil tetap menerapkan jaga jarak dan larangan berkerumun lebih dari 50 orang.

Arab Saudi belum membuka kembali tempat hiburan dan rekreasi karena sulitnya menerapkan aturan jaga jarak. Beberapa sarana yang belum dibuka kembali adalah klub olahraga dan kesehatan, pusat hiburan, salon kecantikan, dan sarana cukur rambut.

8. Masjid dibuka kembali

Pemerintah Arab Saudi kemudian membuka kembali masjid-masjid di kota Makkah pada Minggu 21 Juni 2020. Penutupan masjid dilakukan sebagai upaya antisipasi penyebaran virus corona.

"Masjid-masjid di kota suci akan mulai membuka kembali pintu-pintu mereka bagi umat pada Minggu (21/6) waktu setempat, setelah penutupan selama tiga bulan akibat pandemi virus corona," bunyi laporan televisi Al-Ekhbariya dikutip dari AFP.

9. Haji terbatas, bagaimana dengan umroh?

Arab Saudi akhirnya mengumumkaan haji 2020 resmi dilaksanakan dengan sejumlah pembatasan untuk menekan risiko penularan COVID-19. Saudi ingin memastikan jamaah selalu sehat dan selamat sebelum, selama, serta setelah melaksanakan haji.

"Sudah diputuskan haji tahun ini (1441 H/2020 M) dilakukan dengan jumlah jamaah sangat terbatas dari berbagai negara yang sudah berdomisili (reside) di Arab Saudi. Keputusan ini diambil untuk menjamin haji dilaksanakan dengan aman dari aspek kesehatan masyarakat sambil tetap melakukan berbagai tindak pencegahan. Termasuk jaga jarak untuk melindungi tiap orang dari risiko yang berkaitan dengan pandemi dan sesuai ajaran Islam yang mengutamakan keselamatan," tulis statement dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang juga diupload di Twitter @HaramainInfo.

Jika pelaksanaan haji sudah mendapat kepastian, berbeda halnya dengan ibadah umroh. Dikutip dari Twitter pengurus Masjid Nabawi dan Masjidil Haram @HaramainInfo, Kementerian Dalam Negeri masih menangguhkan ritual ibadah umroh dan penerbangan internasional sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Berita Umrah: Kementerian Dalam Negeri baru saja mengumumkan hal berikut: 'Ibadah Umrah dan penerbangan internasional tetap ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut'," tweet akun tersebut dikutip detikcom.

(row/erd)