Gajah Liar Masuk Kampung di Sumsel Diduga Gegara Habitat Menyempit

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 23 Jun 2020 11:38 WIB
Kawanan gajah masuk kampung di OKI Sumsel (Foto: Dok. Kepala Desa Cengal)
Kawanan gajah masuk kampung di OKI, Sumsel (Foto: dok. Kepala Desa Cengal)
Palembang -

Kawanan gajah liar masuk ke perkampungan di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. BKSDA Sumsel menilai gajah itu masuk karena habitatnya menyempit.

"Memang benar ada gajah liar masuk dan kami terima laporan kemarin. Gajah-gajah itu keluar kawasan yang hanya tersisa 10 hektare," kata Kasub Tata Usaha BKSDA Sumsel Sunyoto kepada wartawan, Selasa (23/6/2020).

Menurut Sunyoto, lahan 10 hektare itulah yang selama ini menjadi tempat mencari makan gajah, yang terdiri atas tiga kelompok. Habitat gajah tersebut kini terimpit lahan perkebunan sawit milik dua perusahaan.

"Kami belum tahu kelompok yang mana ini. Yang jelas, gajah ini terimpit lahan konsesi dari HTI dan kebun sawit. Ada dua perusahaan," katanya.

Sunyoto menyebut BKSDA sedang berkoordinasi dengan dua perusahaan untuk menghalau gajah. Dia mengatakan pihaknya berupaya agar gajah tidak masuk ke area perkampungan warga.

"Perusahaan juga harus kompak. Jadi dia paling mutar-mutar di situ dan itu juga jalur jelajah gajah yang jadi perkampungan dan perkebunan. Kalau mau digiring, ya pemilik konsesi harus kompak," tuturnya.

Sunyoto mengatakan gajah tersebut sulit digiring ke penangkaran gajah di Padang Sugihan. Salah satunya soal jarak tempuh 100 kilometer yang mungkin memerlukan waktu hingga 1 bulan lebih.

"Kami lihat nanti di lapangan seperti apa. Setidaknya kita halau agar kembali lagi ke wilayah jelajahnya yang jauh dari kampung dan perkebunan," katanya.



Sebelumnya, Kepala Desa Cengal, Bahar, melaporkan adanya dua ekor gajah dewasa masuk ke perkampungan. Gajah-gajah liar itu masuk kampung sudah sejak dua minggu terakhir.

Gajah juga merusak pondok dan tanaman warga. Masuknya gajah membuat masyarakat dan petani di daerah itu resah.

Tonton juga video 'Video Gajah Hamil Mati Usai Makan Buah Berisi Petasan di India':

(ras/haf)