Peringati Tsunami, Pelajar Aceh di Yogya Bagikan Bunga
Senin, 26 Des 2005 20:52 WIB
Yogyakarta - Sekitar 100-an pelajar dan mahasiswa asal Aceh yang tinggal di Yogyakarta seakan tidak ingin ketinggalan memperingati satu tahun bencana tsunami. Di kota pelajar itu, mereka membagi-bagikan bunga dan menggelar aksi doa bersama. Acara bertajuk "Seribu Bunga untuk Aceh" itu dilakukan sebagai bentuk solodaritas dan ucapan terima kasih kepada warga Yogyakarta yang telah bersedia membantu masyarakat Aceh yang tertimpa bencana. Aksi yang digelar, Senin (26/12/2005) mulai pukul 16.00-18.00 WIB, diawali dengan jalan kakidari Taman Pelajar Aceh (TPA) di Jalan Kartini, Sagan, Yogyakarta. Dari Bale Gadeng yang merupakan sekretariat pusat pelajar dan mahasiswa asal Aceh di Yogyakarta itu, mereka melakukan longmarch menuju perempatan Jalan Sudirman dan perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta di Jalan Senopati. Selain membagi-bagi bunga mereka juga membagi-bagikan selebaran kepada masyarakat yang kebetulan melintasi di jalan tersebut. Aksi bagi-bagi bunga itu juga dimaksudkan untuk melakukan refleksi setahun tragedi tsunami di Aceh. Usai acara bagi-bagi bunga, para pelajar dan mahasiswa Aceh, mengadakan doa dan renungan bersama di Balai Gadeng."Aksi Seribu bunga untuk Aceh ini sebagai wujud terima kasih mahasiswa dan pelajar Aceh di Yogyakarta kepada masyarakat Yogyakarta yang telah banyak membantu," kata ketua aksi Cut Novianita kepada wartawan di sela-sela aksi. Menurut Cut Novi, saat masyarakat tekena tsunami, banyak warga Yogyakarta yang memberikan dukungan dan bantuan kepada mahasiswa/pelajar Aceh yang terkena bencana. Bentuk bantuan itu diantaranya beasiswa yang diberikan oleh Pemprov DIY, Pemkot Yogyakarta, Pemkab Sleman, universitas dan sumbangan masyarakat Yogyakarta. Mahasiswa yang mendapat beasiswa setiap bulan, mahasiswa mendapat Rp 350 ribu sampai Rp 750 ribu."Bantuan itu sangat berharga dan berguna sekali bagi kami saat itu hingga sekarang ini sehingga bisa menyambung hidup dan melanjutkan sekolah setelah sebagian keluarga terkena bencana," kata Cut Novi.
(ton/)











































