Polisi Masih Cari Senpi yang Dipakai Kelompok John Kei di Green Lake City

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 23 Jun 2020 06:57 WIB
Polda Metro Jaya menggelar jumpa pers terkait kasus penembakan di Perumahan Green Lake, Tangerang. Dalam jumpa pers ini, John Kei dkk dipamerkan.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Senjata api (senpi) yang digunakan kelompok John Kei untuk melakukan penyerangan di Green Lake City, Tangerang, belum ditemukan. Polisi hingga kini masih mencari keberadaan senpi tersebut.

"Itu masih dalam pencarian, kan sudah dikasih tahu kemarin. Masih belum dapatlah, masih dicari," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat saat dihubungi, Senin (22/6/2020).

Saat kejadian, terdengar tujuh kali letusan senpi. Polisi menduga senpi yang digunakan berjumlah satu pucuk.

"Kalau yang dibunyikan ya setidak-tidaknya minimal 1 (senjata api), kalau yang lain kan nggak digunakan ya," ujar Tubagus

Ada dugaan senpi itu dibuang oleh para pelaku. Polisi pun masih mengejar 3 pelaku lain.

"Bisa (dibuang senjata api), berbagai macam kalau belum ketemu. Karena masih ada yang DPO juga masih berproseslah," imbuhnya.

Seperti diketahui, John Kei dkk ditangkap atas dugaan penyerangan di Perumahan Green Lake City, Tangerang, dan pembacokan di Duri Kosambi, Jakarta Barat. Total ada 30 orang yang ditangkap polisi di markas John Kei di Medan Satria, Kota Bekasi, pada Minggu (21/6) malam.

Penyerangan ini dipicu persoalan pribadi antara John Kei dan Nus Kei, yang masih memiliki hubungan keluarga. John Kei merasa dikhianati karena pembagian uang penjualan tanah tidak merata.

Polisi menyebut John Kei telah merencanakan untuk membunuh Nus Kei. Hal ini dibuktikan dengan adanya pesan yang dikirim kepada kelompok John Kei.

"Dari hasil lidik (penyelidikan) dan keterangan saksi, kemudian melakukan penangkapan pada hari Minggu pukul 20.15 WIB di Kota Bekasi di mana melakukan penangkapan terhadap 25 orang, di mana penggerebekan atau penangkapan dilakukan di markas kelompok John Kei," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6).

Nana mengatakan penangkapan tersebut melibatkan tim gabungan dari pihak kepolisian Tangerang Kota, Bekasi Kota, serta anggota Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya. Dia juga menambahkan operasi penangkapan kelompok John Kei di Bekasi tersebut di bawah pimpinan langsung dari Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, AKBP Handik Zusen, AKBP Jerry R Siagian, dan AKBP Burhanuddin.

Dari hasil pengembangan yang dilakukan pada lokasi penangkapan pertama, pihaknya juga berhasil menemukan lima pelaku lainnya. Nana belum merinci lokasi penangkapan lima pelaku tersebut.

Saat ini John Kei dkk ditahan di Polda Metro Jaya. John Kei dkk dijerat Pasal 88 KUHP terkait permufakatan jahat, 340 KUHP (tentang) pembunuhan berencana, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, Pasal 170 KUHP tentang perusakan, dan Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

(rfs/knv)