Vonis Pidana Mati, Aulia Kesuma-Jaksa Ajukan Banding

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 22 Jun 2020 21:31 WIB
Polisi gelar rekonstruksi lanjutan kasus pembunuhan Pupung-Dana. Rekonstruksi lanjutan ini untuk memperagakan adegan tersangka membakar jasad kedua korban.
Foto: Aulia Kesuma (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Aulia Kesuma dan anak kandungnya Geovanni Kelvin diberikan vonis pidana mati terkait kasus pembunuhan berencana terhadap suaminya, Edi Candra Purnama alias Pupung, dan anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana. Keberatan dengan vonis pidana mati tersebut, Aulia kini mengajukan banding.

"Kami sudah mendaftarkan permohonan banding ke PN Selatan Jumat 19 Juni," kata pegacara Aulia, Firman Candra, dalam keterangannya, Senin (22/6/2020).

Firman mengatakan poin-poin permohonan bandingnya akan dituangkan dalam memori dan kontra memori banding setelah mendapat salinan putusan. Sementara itu, Firman mengatakan dia juga berupaya mencari keadilan dengan mengirimkan surat kepada Presiden hingga Ketua Mahkamah Agung.

"Dan sudah mengirimkan surat mohon keadilan kepada Presiden RI, Wapres, Komnas HAM, Komisi 3 DPR RI, Menkumham, Ketua PT, Ketua MA," ujar Firman.

Adapun isi surat yang ditujukan kepada Presiden Jokowi itu berisi memohon keadilan kepada Presiden RI dengan alasan-alasan sebagai berikut:

1. Hukuman mati atau yang sering disebut dengan pidana mati bertentangan dengan ketentuan internasional hak asasi manusia terutama Pasal 3 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) yaitu hak untuk hidup dan Pasal 4 Undang-undang no. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yaitu hak untuk hidup.

2. Terdakwa Aulia Kesuma memiliki putri yang masih balita dari perkawinannya dengan Alm. Edi Candra Purnama

Selanjutnya
Halaman
1 2 3