BRR Targetkan Bangun 120 Ribu Rumah di Aceh Pertengahan 2007
Senin, 26 Des 2005 17:22 WIB
Jakarta -
Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias menargetkan pembangunan 120 ribu rumah bagi korban tsunami di dua daerah itu pada pertengahan 2007. Hal itu disampaikan Deputi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan BRR Sudirman Said dalam talkshow Setahun Tsunami Berlalu di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (26/12/2005).Selama 8 bulan BRR berdiri, imbuhnya, BRR telah menyelesaikan 2.000 rumah dan tengah membangun 16 ribu rumah dengan rata-rata 5.000 rumah setiap bulannya.Tahun 2006, BRR menargetkan menyelesaikan pembangunan 78 ribu rumah. Setelah itu diharapkan BRR bisa membangun lebih baik dan lebih banyak lagi dari sebelumnya. "Pertengahan atau paling lambat akhir tahun 2007 diharapkan sudah terbangun 120 ribu rumah," katanya.Dengan meningkatnya pembangunan perumahan diperkirakan masalah yang lebih terasa nanti menyangkut logistik atau material bahan bangunan. Karena di tahun 2005, BRR cenderung menitikberatkan pada perbaikan fasilitas-fasilitas seperti jalan dan pelabuhan, agar tahun 2006 nanti bisa berkonsentrasi penuh pada pembangunan rumah.Sementara anggota DPR yang juga Ketua Pemantau Bantuan Aceh, Yorris Raweyai, mengingatkan BRR agar memperhatikan karakter masyarakat Aceh dalam menjalankan tugasnya di sana, sehingga BRR tidak mengkategorikannya sebagai proyek biasa."Ini bukan rutinitas, karakter masyarakat Aceh yang masih trauma dan keluarga korban sendiri harus diperhatikan. Kita semua tetap mendukung program rekonstruksi rumah. Tapi perlu diingat jika ada keinginan atau keluhan secepatnya memberikan informasi," kata dia. Dia juga menilai masih banyak kelemahan dalam koordinasi antardepartemen dala membangun Aceh dan Nias."PU jalan sendiri, Depkes sendiri, dan Dephub sendiri. Semua jalan masing-masing sehingga bau mayat di Aceh tergantikan dengan bau uang. Uang ini adalah uang masyarakat internasional dan beberapa NGO bahkan sudah mulai keluar," katanya.Untuk mengaudit BRR juga bukan hal yang mudah. Sebab sesuai prosedur, BRR belum bisa diaudit karena belum diwajibkan membuat laporan keuangan mengingat umurnya yang belum setahun.
(umi/)










































