Polisi: Penjual Pulau Malamber Terima Duit Rp 200 Juta dari Bupati Penajam

Idham Kholid, Abdy Febriady - detikNews
Senin, 22 Jun 2020 10:35 WIB
Pulau Malamber
Pulau Malamber. (Istimewa)
Jakarta -

Polres Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), masih menyelidiki kasus dugaan jual-beli Pulau Malamber. Dari keterangan warga yang menjual pulau, duit uang muka diserahkan oleh Bupati Penajam Paser Abdul Gafur Mas'ud.

"Transaksinya itu terjadi sejak bulan Februari 2020. Menurut keterangan (penjual) Raja (sebelumnya ditulis Rajab, red), transaksinya itu dilakukan di Balikpapan, walaupun itu dibantah oleh Pak Bupati, ya terserah mau dibantah atau mau diapa, ini kan keterangan si penjual," kata Kasat Reskrim Polres Mamuju AKP Syamsuriansyah saat dihubungi, Senin (22/6/2020).

Berdasarkan keterangan Raja, kata Syamsuriansyah, di kuitansi, yang bertanda tangan seorang lelaki bernama Sahalu. Namun yang menyerahkan uang adalah Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud.

"Memang di dalam proses transaksi jual-beli, di kuitansi itu, bukan Bupati Pak Gafur-nya yang tanda tangan, yang bertanda tangan adalah lelaki, Sahalu. Menurut keterangan Raja, yang menyerahkan uangnya itu Pak Gafur-nya sendiri, walaupun yang tanda tangan di situ adalah Sahalu. Ini kan keterangan dia," ujarnya.

Syamsuriansyah mengatakan transaksi jual-beli memang sah-sah saja. Namun ada pengecualian soal pulau.

"Transaksi jual-beli itu bagi saya sah-sah aja, tetapi ini kan ada pengecualian yang namanya pulau itu, pulau itu ada aturannya sendiri, pulau itu diatur oleh undang-undang tersendiri. UU masalah pengelolaan dan pemanfaatan pulau-pulau luar kan," tuturnya.

"Di situ tidak dikatakan tidak boleh dijual, tetapi penggunaan dan pemanfaatan pulau itu harus seizin dengan pemda setempat. Harus ada kerja sama sebelumnya," imbuhnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Mamuju AKP Syamsuriansyah mengatakan telah memanggil sejumlah pihak yang diduga mengetahui masalah ini. Pulau ini dikabarkan dijual seharga Rp 2 miliar dan sudah ada uang muka yang dibayarkan.

"Termasuk kepala desa, Camat Bala Balakang, dan kepala dusun, kami juga sudah mengirim undangan klarifikasi kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju, dan diutus kabag hukumnya datang ke sini untuk memberikan keterangan," kata Syamsuriansyah kepada wartawan, Jumat (19/6).

Tonton juga video 'Pulau Indonesia Dijual Online':