Tahun 2005, 38 Warga Sulsel Meninggal Karena DBD
Senin, 26 Des 2005 16:43 WIB
Makassar -
Demam berdarah dengue di Sulsel merenggut nyawa puluhan orang. Pada tahun 2005 ini, sebanyak 38 orang yang tersebar di sejumlah kabupaten di Sulsel meninggal karena terserang penyakit mematikan itu. Hal ini diungkapkan oleh Andi Muhadir, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, ketika ditemui wartawan usai menghadiri Rapat Perencanaan Anggaran Kesehatan untuk tahun 2006 di Kantor DPRD Sulsel, Makassar, Senin (26/12/2005). "Kasus demam berdarah ada 2.400 kasus sepanjang tahun ini. 38 Di antaranya meninggal," tutur Muhadir. Dibandingkan dengan tahun 2004 lalu, jumlah penderita tahun 2005 lebih tinggi. Pada tahun 2004, jumlah penderita DBD hanya 2.300 kasus. Lebih lanjut Muhadir mengungkapkan bahwa dari jumlah 200 kasus, Makassar tercatat sebagai kota tertinggi yang warganya terserang DBD dibanding kabupaten lain. "Makassar 936 kasus," ucap Muhadir. Dari jumlah ini, 13 di antaranya meninggal dunia. Urutan kedua tertinggi kasus DBD ditempati oleh Kabupaten Wajo. Di kabupaten ini, jumlah kasus DBD sebanyak 238 kasus, dan yang meninggal 3 orang. Dan urutan ketiga, Kabupaten Gowa 174 kasus, dan yang meninggal 1 orang. Tingginya kasus DBD di Sulsel, menurut Muhadir, karena masih rendahnya kesadaran warga untuk menjalankan program 3 M yaitu menguras bak mandi, mengubur barang-barang tidak berguna dan menutup tempat air."Kesadaran warga masih kurang. Pencegahan baru dilakukan setelah ada anggota keluarganya yang terserang," ujarnya.
(nrl/)










































