Rampok Bank Kemungkinan Teroris
Senin, 26 Des 2005 16:29 WIB
Jakarta - Meski belum dipastikan, perampokan bank yang marak belakangan ini kemungkinan ada kaitannya dengan ulah kelompok teroris. Namun benar tidaknya masih perlu dibuktikan."Saya tidak bisa memastikan, apakah ada kaitannya dengan kelompok teroris yang berusaha mencari dana lewat perampokan. Tapi bisa jadi ada kemungkinan mereka yang melakukan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya I Ketut Untung Yoga Ana.Untung menyampaikan hal itu kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (26/12/2005)."Motif seseorang melakukan kejahatan kan bermacam-macam. Tapi benar atau tidaknya baru bisa kita buktikan sesudah pelakunya ditangkap," kata Untung.Saat ini, imbuhnya, aparat penyidik tengah bekerja membongkar komplotan rampok yang telah memakan korban jiwa di Bank Mandiri, Tebet. Penyidikan juga dilakukan terhadap kasus perampokan di Bank BNI Plumpang, Jakarta Utara. Diakui Untung, kini perampokan bank kembali marak. Bahkan mereka sampai nekat menghabisi nyawa korbannya dengan senjata api. "Tapi sekali lagi, saya belum bisa memastikan dari kelompok mana, dari kelompok yang sama atau bukan saya tidak tahu. Karena kita belum menangkap pelakunya," kata dia.Sebetulnya, imbuh Untung, pengamanan di bank-bank sudah cukup memadai, apalagi selama ini mereka berkoordinasi dengan kepolisian setempat. "Namanya kejadian ya kejadian. Perampokan bisa terjadi di mana-mana meski antisipasi sudah ada dengan adanya pengamanan," kata dia.Untuk mencegah kejadian serupa, polisi sudah mengimbau kepada masyarakat jika ingin ambil uang dalam jumlah banyak untuk minta pengamanan kepada kepolisian. "Kami juga mengharapkan bank tidak melakukan transaksi di luar waktu-waktu yang ditentukan," katanya.
(umi/)











































