KPK Eksekusi Perantara Suap Walkot Medan Dzulmi Eldin ke Lapas Tanjung Gusta

Haris Fadhil - detikNews
Minggu, 21 Jun 2020 11:58 WIB
ilustrasi KPK
Ilustrasi KPK (Foto: dok detikcom)
Medan -

KPK melakukan eksekusi hukuman eks Kasubag Protokol Pemko Medan, Samsul Fitri, yang divonis 4 tahun penjara dalam kasus suap Wali Kota Medan nonaktif Dzulmi Eldin. Eksekusi dilakukan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

"Telah berkekuatan hukum tetap dengan memasukkannya ke Rumah Tahanan Negara Tanjung Gusta untuk menjalani pidana penjara selama 4 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Minggu (21/6/2020).

Eksekusi telah dilakukan pada Kamis (18/6). Ali mengatakan eksekusi dilakukan setelah tidak ada upaya hukum banding terhadap putusan Pengadilan Tipikor Medan.

"Terpidana dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama yaitu sebagai perantara suap bagi Wali Kota Medan Dzulmi Eldin," ujarnya.

Sebelumnya, Samsul Fitri divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 2 bulan kurungan. Samsul dinyatakan terbukti menerima suap senilai Rp 2,1 miliar bersama Wali Kota Medan nonaktif Dzulmi Eldin.

"Amar putusan, terbukti dakwaan pertama pidana 4 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 2 bulan," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri, mengutip amar putusan yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (4/6).

Samsul merupakan perantara suap dari sejumlah kepala dinas untuk Eldin. Samsul terbukti melakukan atau turut serta menerima uang secara bertahap senilai Rp 2,1 miliar dari beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan.

Tonton video 'KPK Temukan Permasalahan dalam Program Kartu Prakerja':

Selanjutnya
Halaman
1 2