Asal-usul Hoax 'Hari Ini Kiamat' yang Bikin Heboh

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 21 Jun 2020 09:28 WIB
kiamat
Gambar ilustrasi, tidak berhubungan dengan berita (NASA)

Dilansir Forbes, isu kiamat 21 Juni ini dikabarkan oleh The Sun berdasarkan cuitan ilmuwan muda peraih beasiswa Fullbright, namanya Paolo Tagaloguin. Sayang sekali, cuitan Paolo Tagaloguin sudah dihapus. Bukan hanya cuitan Tagaloguin yang dihapus, seluruh akun Twitter, LinkedIn, dan Instagram-nya juga sudah dihapus.

Saat detikcom mencoba menelusuri pencarian Twitter, ada akun atas nama Paolo Tagaloguin tapi ternyata ini hanya akun kloning dari akun Paolo Tagaloguin yang sudah telanjur terkenal. Akun kloningan ini baru mencuit pertama kali (langsung soal kiamat) pada 15 Juni, bukan pada 13 Juni seperti saat The Sun memberitakan pertama kali.

Lalu bagaimana dengan The Sun? Ternyata, berita The Sun berjudul 'Kalender Maya salah dan dunia akan berakhir pada 'pekan depan'' sudah tidak bisa diakses lagi. detikcom mencoba mengakses tautannya pada pukul 08.00 WIB, yang muncul dalam tampilan tautan itu adalah 'Whoops! kami tidak bisa menemukan apa yang Anda cari'.

Soal sosok Paul Tagaloguin, nama ini ada di situs Fulbright Filipina dengan nama Paolo M Tagaloguin, menjalani studi Master di bidang bioteknologi. Dia berasal dari Universitas Negeri Mindanao, Kota General Santos.

Kini, 21 Juni sudah tiba, kiamat yang diperbincangkan itu tidak terjadi.