Polisi: Perempuan A Mengaku 'Jual' 10 ABG ke Russ Medlin

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 20 Jun 2020 18:45 WIB
Russ Albert Medlin ditangkap penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di Kebayoran Baru, Jaksel. Medlin merupakan buronan FBI yang dicari sejak 2016.
Buron FBI Russ Albert Medlin (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Polisi masih terus mendalami keterangan tersangka A (27), perempuan penyedia prostitusi remaja kepada buron FBI Russ Albert Medlin. Kepada polisi, A mengaku sudah mengirimkan total 10 anak di bawah umur.

"Dia baru mengakui dia baru memberikan 10 anak di bawah umur," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Sabtu (20/6/2020).

Meski begitu, polisi menyatakan ada kemungkinan jumlah remaja yang 'dijual' untuk melayani nafsu bejat Medlin lebih dari itu. Yusri mengatakan tersangka A menerangkan remaja yang dikirim dirinya ke Medlin berusia 13-17 tahun.

"Tetapi, kalau kita melihat setiap minggu dia harus menyuplai ke sana dua sampai tiga orang, kan bisa lebih artinya. Rata-rata ini anak-anak di bawah umur semuanya umur 13, 14, 15, 17 tahun," ucap Yusri.

Tonton juga 'Polisi Tangkap Penyedia Prostitusi untuk Buron FBI Russ Medlin':

[Gambas:Video 20detik]

Yusri menjelaskan tersangka A memiliki latar belakang seorang baby sitter. Saat bekerja sebagai pengasuh anak, A putus komunikasi dengan Russ Medlin.

"Dia memang sudah kenal dengan si RAM ini sejak 2017. Sudah kenal lama tapi sempat terputus hubungan komunikasi dengan RAM. Nah, pada saat itu selama terputus itu, dia sempat kerja sebagai pembantu rumah tangga. Jaga anak-anak ya, sempat jadi baby sitter," terang Yusri.

Berdasarkan pengakuan A ke penyidik, sambung Yusri, dirinya hanya menyediakan jasa prostitusi remaja ke Medlin. Namun polisi juga mendalami kemungkinan A menyediakan jasa esek-esek tersebut ke orang lain.

"Pengakuannya sendiri. Baru tadi pagi kita lakukan pendalaman dan memang kita baru fokus ke kasus RAM saja ya. Apakah dia (A) juga sering melakukan menyuplai ke orang-orang yang lain masih kita kembangkan," ujar Yusri.