DPR Minta Penyerahan Calon Panglima TNI Tidak Meleset
Senin, 26 Des 2005 13:49 WIB
Jakarta - Presiden SBY diminta menyampaikan nama-nama calon panglima TNI kepada DPR pada pertengahan Januari 2006. Jangan sampai meleset."Tidak bisa tidak pertengahan Januari sudah disetorkan nama oleh Presiden SBY. Bahkan saat paripurna pembukaan masa sidang, ketua DPR bisa membacakan usulan presiden," kata anggota Komisi I DPR Effendy Choirie di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/12/2005).Jika jadwal tersebut meleset, menurut Effendy, akan berimplikasi pada regenerasi di tubuh TNI. Sebagai informasi, Presiden SBY pekan lalu mengungkapkan, dirinya akan menyetorkan satu nama calon Panglima TNI setelah masa reses DPR berakhir, yaitu setelah 12 Januari 2006. Dalam kesempatan terpisah, anggota Komisi I Effendi Simbolon dari FPDIP menyerahkan masalah pergantian Panglima TNI kepada Presiden SBY."Yang penting pergantian panglima harus berdasarkan ketentuan yang ada dan tidak ditunggangi kepentingan politik," kata Effendi.Akibat lambatnya pergantian panglima, menurutnya, regenerasi TNI berhenti dan reformasi TNI terganggu."Kalau ada apa-apa kita nanti minta pertanggungjawaban presiden atas dampak negatif yang ditimbulkan karena Pak Endriartono sudah diperpanjang masa pensiunnya. Kalau diperpanjang lagi ya tidak rasional," paparnyaCalon yang tepat siapa? "Yang penting dari Darat," jawab Effendi tanpa merinci orang yang dimaksudnya. Namun sudah bukan rahasia, calon Panglima TNI dari AD adalah KSAD Jenderal Djoko Santoso.
(aan/)











































