BIN Diminta Pilah-pilah Umumkan Ancaman Teroris

BIN Diminta Pilah-pilah Umumkan Ancaman Teroris

- detikNews
Senin, 26 Des 2005 13:46 WIB
Jakarta - Sedikit bicara banyak bekerja. Wejangan itulah yang disampaikan anggota Komisi I DPR Effendy Choirie kepada Badan Intelijen Negara (BIN) menyusul diumumkannya tren baru aksi teroris yang bakal menculik pejabat negara."Seharusnya BIN dapat memilah-milah ancaman yang meresahkan publik dan mana yang tidak. Kalau diumumkan kemudian menjadi meresahkan lebih baik tidak disampaikan dulu. Namun, BIN dan aparat lain harus bergerak dan memberitahu pejabat yang mau diancam," kata Effendy di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/12/2005). Effendy menilai pengumuman BIN justru berdampak pada masyarakat maupun investor sehingga mengganggu perekonomian Indonesia. "Kita butuh image yang baik bahwa Indonesia aman. Informasi BIN justru membuat image Indonesia tidak aman," ujarnya.Lebih lanjut, politisi PKB ini menambahkan, kondisi saat ini normal dan tidak ada ancaman serius. "Sebaiknya pengamanan Presiden SBY biasa saja. Usulan penambahan pengamanan saya kira berlebihan," cetus Effendy.Seperti diberitakan, KaBIN Syamsir Siregar mensinyalir ada perubahan target aksi terorisme selama perayaan Natal dan Tahun Baru, menyusul tewasnya gembong teroris Dr Azahari. Perubahan tersebut adalah dari ancaman serangan bom menjadi penculikan terhadap sejumlah tokoh-tokoh berpengaruh. Akibatnya, pengamanan pada Presiden SBY pun saat ini diperketat. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads