Kesal Didiamkan, Warga ALA dan ABAS Satroni Istana Merdeka

Kesal Didiamkan, Warga ALA dan ABAS Satroni Istana Merdeka

- detikNews
Senin, 26 Des 2005 13:40 WIB
Jakarta - Kesal keinginannya tidak ditanggapi, sekitar 50 warga Aceh Leuser Antara (ALA) dan Aceh Barat Selatan (ABAS) mendatangi Istana Merdeka. Mereka berniat memberikan deklarasi pembentukan dua provinsi itu kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Sayangnya, SBY saat ini justru tengah berada di Aceh untuk memperingati setahun tsunami yang jatuh tepat hari ini, Senin (26/12/2005).Meski demikian, keinginan mereka tetap diakomodasi. Seorang staf istana mengizinkan mereka menitipkan surat tersebut ke staf sekretariat presiden."Tidak ada dialog ya, kami hanya mengantarkan Anda menyerahkan surat tersebut kepada staf sekretariat presiden," kata salah satu staf petugas keamanan istana."Kami setuju. Kami hanya menyampaikan surat deklarasi saja," kata Sekjen ALA Burhan Arifin yang didampingi 3 rekannya dari ALA dan ABAS. Mereka akhirnya menyerahkan deklarasi itu kepada staf sekretariat presiden.Sebelumnya kepada detikcom, Burhan berharap Presiden SBY dapat mendengar dan menerima tuntutan pemekaran provinsi ALA dan ABAS. "Suatu hari nanti kami berharap bisa bertemu langsung dengan beliau," katanya.Burhan sendiri menilai Provinsi NAD telah gagal dan tidak becus dalam menangani program penanganan tsunami. "Provinsi NAD melakukan penanganan tsunami saja tidak bisa, bagaimana dengan penanganan 11 kabupaten yang lain," katanya.Karena itu, dengan adanya tiga gubernur di Aceh, ia yakin pembangunan dapat segera dilaksanakan dan pelayanan warga bisa diselenggarakan. (umi/)


Berita Terkait