Round-Up

Nasib Penumpang Bawa Suket Rapid Test Palsu Ternyata Korban Kena Tipu

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 21:01 WIB
Pegawai mal Kuningan City jalani rapid test di hari pertama mal itu kembali dibuka. Pemeriksaan itu dilakukan guna pastikan para pegawai mal bebas COVID-19
Rapid test sebagai ilustrasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Parepare -

Dua puluh calon penumpang kapal yang membawa surat keterangan (suket) rapid test palsu kini bisa bernapas lega. Mereka dibebaskan polisi karena menjadi korban penipuan.

Peristiwa itu berawal saat 20 calon penumpang KM Prince Soya tujuan Samarinda, Kalimantan Timur, tertahan di Pelabuhan Nusantara, Parepare, Sulawesi Selatan.

Mereka tertahan karena kedapatan menggunakan suket rapid test palsu saat petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Makassar Wilayah Kerja Parepare melakukan verifikasi berkas. Suket rapid test tersebut mencaplok sebuah RS rujukan COVID-19 di Kota Makassar.

"Tadi kami menemukan 20 calon penumpang yang membawa suket rapid test palsu. Dinyatakan palsu karena secara fisik surat tersebut hanya di-scan," jelas dokter KKP Makassar Wilayah Kerja Parepare, dr Andi Pratiwi Kusuma, pada Rabu, 17 Juni 2020.

Ke-20 calon penumpang tersebut merupakan warga Kabupaten Jeneponto. Mereka hendak bekerja di sebuah perusahaan pengolahan kayu di Berau, Kalimantan Timur.

Saat dimintai keterangan, kata Pratiwi, para penumpang tersebut mengaku tidak pernah melakukan rapid test. Suket itu disebut didapatkan dari pengurus pekerja.

"Setelah ditanya, penumpangnya mengiyakan mereka tidak pernah melakukan rapid test dan mengaku surat rapid test tersebut didapatkannya dari pengurus pekerja. Sudah kami serahkan tadi ke Polsek KPN sebagai penanggung jawab pelabuhan," tutur Pratiwi.

Selanjutnya
Halaman
1 2