Usai Simulasi Siaga Tsunami, Warga Padang Malah Resah
Senin, 26 Des 2005 13:07 WIB
Padang - Simulasi siaga tsunami yang diadakan oleh Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) belakangan memunculkan persoalan baru bagi sebagian warga yang mengikutinya. Warga Ulak Karang yang tinggal di bibir pantai mengaku khawatir jika tsunami benar-benar terjadi."Terus terang kami sangat takut jika tsunami seperti di Aceh terjadi. Tak bisa dibayangkan jika tiba-tiba datang gelombang tsunami. Apalagi kami tinggal di pinggir pantai," kata Siti Maumanah (36) warga Ulak Karang saat ditemui detikcom di lokasi evakuasi, Gunung Pangilun Padang, Senin (26/12/2005). Proses evakuasi berjalan lancar. Sekitar 3.000 warga kota Padang terutama yang tinggal di pantai terlibat dalam simulasi evakuasi ini. Setelah sirene tanda bahaya dibunyikan, ribuan warga berlari menuju ke tenda-tenda darurat yang dibuat di daerah aman, yakni di Gunung Pangilun dan Komplek Paruko. Proses evakuasi dari daerah rawan ke daerah aman memakan waktu sekitar 15 menit. Warga yang dievakuasi tidak ada yang membawa kendaraan dan barang-barang. Mereka hanya berlari saja dari kawasan pinggir pantai ke lokasi aman.Namun seandainya betul-betul terjadi bencana, dipastikan evakuasi tak secepat simulasi. Pengalaman beberapa waktu lalu, saat muncul isu akan ada gelombang tsunami, banyak warga yang membawa mobil sehingga proses evakuasi berlangsung lebih lama. Kemacetan dan kondisi jalan yang sempit, menyebabkan jalanan macet dan warga sulit bergerak ke daerah aman.
(jon/)











































