Pendemo Antiterorisme Bersitegang dengan Wartawan

Pendemo Antiterorisme Bersitegang dengan Wartawan

- detikNews
Senin, 26 Des 2005 13:04 WIB
Semarang - Biasanya, para pendemo terlibat aksi dorong atau bersitegang dengan aparat kepolisian. Di Semarang kondisinya berbeda. Pendemo malah bersitegang dengan wartawan. Lho?Usut punya usut, ternyata wartawan Semarang merasa gerah karena yang memimpin demo adalah wartawan gadungan. Para kuli disket dan kaset yang hendak meliput itu sempat berteriak-teriak memboikot demo yang mengatasnamakan LSM Indonesia Damai itu.Peristiwa agak lucu itu terjadi di Kantor DPRD Jateng, Jl. Pahlawan Semarang, Senin (26/12/2005). Saat itu, puluhan pendemo menempel-nempelkan stiker bertuliskan "Stop terorisme, Galang dan ciptakan perdamaian dunia" di sejumlah mobil anggota DPRD.Ketika tahu bahwa yang memimpin demo adalah wartawan gadungan, para wartawan langsung menarik diri. Mereka mundur, tidak jadi meliput. Beberapa di antaraya berteriak sambil marah-marah,"Tidak usah diliput. Itu wartawan gadungan."Merasa dicueki, pimpinan demo yang diketahui bernama Legowo menuju kerumunan wartawan. Mungkin, ia berniat klarifikasi. Namun belum sempat bicara, salah satu wartawan televisi swasta Danang Cahyo langsung mendorongnya."Sudah, nggak usaha omong. Bubar sana," kata Danang. Beberapa wartawan yang emosi hampir saja terlibat cekcok. Untung saja, pimpinan demo itu langsung melenggang meninggalkan kerumunan wartawan.Puluhan mahasiswa yang berasal dari Universitas Diponegoro dan Universitas Wahid Hasyim bengong. Sepertinya, mereka tidak tahu soal perselisihan antara pimpinan demonya dengan para wartawan. Mereka terus saja menempel stiker.Puluhan wartawan yang merasa tertipu dengan aksi itu meninggalkan pendemo. "Demo itu digerakkan tiga orang wartawan gadungan. tiga orang itu sering ngaku-ngaku jadi wartawan televisi dan cetak," ungkap kamerawan TVKU (TV lokal) Imam Santoso.Tidak hanya wartawan, Kapolda Jateng yang baru, Irjen Dody Sumantyawan juga tertipu. Ketika hendak meninggalkan Kantor DPRD, ia sempat didaulat menempelkan stiker di salah satu mobil sebagai bentuk dukungan terhadap demo itu.Karena tidak nyaman, para pendemo yang memulai aksinya di Bundaran Air Mancur itu meninggalkan Kantor DPRD. Mereka menuju Kantor Gubernur yang jaraknya hanya 50 meter dari Kantor DPRD. Selanjutnya, mereka membagi-bagikan stiker di Jalan Pahlawan. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads