Pengacara Minta Ruslan Buton Dihadirkan di Sidang Praperadilan, Ini Kata Polri

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 16:37 WIB
Pengacara Ruslan Buton, Tonin Tachta (Foto: Zunita/detikcom)
Pengacara Ruslan Buton, Tonin Tachta (Zunita/detikcom)

Agenda sidang praperadilan Ruslan Buton adalah pembuktian dari pihak pemohon. Pihak pemohon menghadirkan tujuh saksi.

Para saksi yang hadir mengaku tidak memiliki hubungan keluarga dengan Ruslan. Salah satu saksi, Kusyadi, mengaku mengetahui Ruslan ditangkap di Buton, Sulawesi Tenggara.

Menurut Kusyadi, ketika itu Ruslan sedang berada di rumah orang tuanya di Kabupaten Buton. Ruslan menjenguk orang tuanya yang sedang sakit.

"Kebetulan orang tua Pak Ruslan di Baubau (Buton) juga lagi sakit, menengok," kata Kusyadi.

Kusyadi mengatakan Ruslan pamit kepada istrinya yang tinggal di Bandung, Jawa Barat, untuk pergi ke Buton sebelum Ramadhan. "Istri Pak Ruslan di Bandung," ucapnya.

Sementara itu, Kolonel (Purn) TNI Sugeng Waras menilai surat terbuka yang dibuat Ruslan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa menjadikan Ruslan sebagai tersangka. Menurutnya, surat tersebut merupakan bentuk kritik dari masyarakat.

"Saya tidak terima surat itu dinilai buruk, itu bagus, kreatif. Pihak yang disuruh mundur itu terserah orangnya, si Ruslan nggak masalah," ujar Sugeng.

"Saya sudah pelajari, tidak sepantasnya Ruslan jadi tersangka, Ruslan harus bebas," imbuhnya.

PN Jakarta Selatan akan kembali menggelar sidang praperadilan Ruslan pekan depan. Agenda sidang selanjutnya adalah mendengarkan keterangan saksi ahli dari termohon.

"Kita ketemu Senin, tanggal 22 Juni, pukul 10.00 WIB," kata hakim Hariyadi.

Halaman

(zak/zak)