Vonis Dikurangi, Ini Jejak Rohadi PNS Tajir Melintir dari PN Jakut

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 11:06 WIB
Rohadi
Rohadi yang hukumannya dikurangi MA (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Hukuman mantan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PP PN Jakut) Rohadi dikurang dari 7 tahun penjara menjadi 5 tahun penjara. Ia terbukti menerima suap terkait vonis pedangdut Saipul Jamil.

Meski hanya PNS golongan III, kekayaannya melimpah ruah. Punya 19 mobil, dua rumah mewah, rumah sakit, hingga proyek real estate.

Berikut kronologi kasus Rohadi yang dirangkum detikcom, Jumat (19/6/2020):

1990
Rohadi diterima menjadi sipir Rutan Salemba. Ia lalu hijrah dari kampung halamannya di Indramayu ke Jakarta. Untuk tinggal sehari-hari, Rohadi menetap di sebuah rumah petak di Rawa Bebek, Bekasi.

Untuk ke tempat kerja, Rohadi nebeng temannya yang membawa sepeda motor.

1993
Rohadi diterima sebagai PNS di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Perlahan, kehidupannya semakin sejahtera.

2003
Rohadi membeli rumah di Perumahan Harapan Baru Residence. Kekayaan Rohadi semakin menanjak.

2010
Rohadi membangun kerajaan bisnis di kampung halamannya, Indramayu. Kekayaan Rohadi menanjak tajam. Rohadi memiliki 19 mobil yang dipakai sendiri, anak atau kerabatnya. Sebagian mobil itu telah disita KPK.

2015
Rohadi membeli dua unit rumah di The Royal Residence, Pulo Gebang, Bekasi. Satu unit di pasaran dijual Rp 3 miliar atau total Rp 6 miliar.

Awal 2016
Rohadi merintis membangun RS Reysha di Indramayu. Peresmian berjalan meriah dan dibuka oleh Bupati Indramayu.

16 Juni 2016
Rencana awal, Rohadi akan bertemu Berthanatalia--istri hakim tinggi Karel Tuppu-- di parkiran gereja di Kelapa Gading. Rencana berubah ke parkiran kampus Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag), Sunter, Jakarta Utara.

Di parkiran kampus, Bertha menyerahkan uang suap ke Rohadi. Setelah itu, Rohadi kembali ke mobilnya. Sedetik kemudian, penyidik KPK mengetok pintu mobil dan menangkapnya.

"Saat itu, seakan-akan saya tengah mengalami kiamat. Dunia seperti berhenti berputar. Dada saya berdegup. Saya gemetaran. Panik. Tidak bisa berkata apa-apa. Rasa malu, takut, rasa ingin lari, dan berjuta rasa lainnya menumpuk jadi satu," kata Rohadi.

Akhirnya, Rohadi digelandang ke KPK. Dalam proses penyidikan, terungkap fantastis.

November 2016
Berthanatalia dihukum 2,5 tahun penjara.

Desember 2016
Rohadi dihukum 7 tahun penjara oleh PN Jakpus. Adapun kakak Saipul Jamil, Samsul Hidayatullah dihukum 2 tahun penjara.

Mei 2017
Pedangdut Saipul Jamil meminta Rohadi kembali diadili di kasus korupsi. Saipul yakin bila PNS PN Jakut pemilik 19 mobil itu juga menerima suap tidak hanya dari dirinya.

"Saya juga memohon kepada majelis hakim Yang Mulia untuk memerintahkan KPK melakukan penyelidikan dan penuntutan terhadap orang lain yang memberikan uang kepada Bapak Rohadi tersebut," ungkap Saipul Jamil.

Juli 2017
Saipul Jamil dihukum 3 tahun penjara karena korupsi menyuap Rohadi. Total hukuman Saipul Jamil menjadi 7 tahun penjara. Di mana 4 tahun penjara didapat dari kejahatan pencabulan.

Januari 2020
KPK membidik Rohadi dengan pasal pencucian uang. Sejumlah orang sudah dipanggil KPK untuk diperiksa.

KPK mencurigai kekayaan Rohadi. Sebagai sebagai PNS dengan gaji Rp 8 jutaan dan dari keluarga sederhana, tapi bisa membangun imperium bisnis dengan kekayaan fantastis.

17 Juni 2020
MA mengabulkan permohonan PK Rohadi.

"Pemohon PK/Terpidana dijatuhi pidana penjara selama 5 (lima) tahun denda sebesar Rp 300 juta subsider 3 (tiga) bulan kurungan," ujar juru bicara MA, hakim agung Andi Samsan Nganro kepada detikcom, Kamis (18/6/2020).

Duduk sebagai ketua majelis PK yaitu Andi Samsan Nganro dengan anggota Gazalba Saleh dan LL Hutagalung. Menurut MA, Rohadi yang berstatus sebagai panitera pengganti dan dalam hal ini berperan sebagai perantara.

Tonton video 'Penampakan Rumah Sakit di Indramayu Milik Rohadi PNS 'Tajir Melintir'':

(asp/dhn)