BIN Perlu Telusuri Kelompok Teroris yang Akan Culik Pejabat
Senin, 26 Des 2005 11:32 WIB
Jakarta - Badan Intelijen Negara (BIN) diminta menelusuri kelompok teroris yang akan menggunakan modus penculikan dalam aksi terornya di Indonesia. Hal itu penting agar jelas kelompok mana yang akan melakukan teror itu.Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon dalam perbincangannya lewat telepon kepada detikcom, di Jakarta, Senin (26/12/2005)."Yang dimaksud Pak Syamsir menjadi target itu harus dijelaskan, karena kalau kelompok Noordin sasarannya adalah kekuatan asing. Kalau sekarang pejabat Indonesia atau orang yang di Indonesia yang menjadi target, itu harus dicari jangan-jangan ada kelompok lain (di luar kelompok Noordin) yang memanfaatkan situasi," ujarnya.Menurut Effendi Simbolon, aparat intelijen perlu dikerahkan untuk mencari kelompok mana yang akan melakukan aksi seperti ini, karena dari informasi yang berada di media, penculikan yang dilakukan tanpa ada tebusan. "Ini kan pasti untuk membunuh. Bisa jadi yang bermain orang-orang yang ingin kekuasaan, karenanya perlu didorong intelijen untuk mengetahui hal itu," jelasnya.Mengenai pengamanan presiden, Effendi mengatakan cukup prihatin karena saat ini pengamanan presiden dan wakil presiden cukup renggang dan kurang steril. "Perlu ditingkatkan pengamanan presiden dan wapres. Selama ini saya melihat terlalu renggang dan kurang steril," ujarnya.
(san/)











































