Penjelasan Pemilik Mobil soal Keributan dengan Debt Collector di Tangerang

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 09:44 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta -

Keributan terjadi antara pemilik mobil dan sejumlah debt collector di Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangerang. Pihak pemilik mobil mengaku mendapatkan intimidasi dari pihak debt collector.

"(Pihak debt collector) memiting adik saya yang cowok, yang pakai baju kuning adik saya. Sisanya cuma lakukan intimidasi gebrak mobil, banting pintu mobil, kendaraan dirusak-rusak juga," kata kakak pemilik mobil, D, saat dihubungi detikcom, Kamis (18/6/2020) malam.

D mengaku memang pihaknya menunggak kredit mobil selama 3 bulan. Namun, dia mengklaim, dari pihak leasing tidak pernah memberikan peringatan terlebih dahulu dan langsung mendatangi pemilik mobil.

"Awalnya memang kita sudah menunggak selama 3 bulan cicilan ini, tapi selama 3 bulan ini tidak ada surat apa pun dari pihak finance ke kita, jadi didiemin aja gitu. Kita pun juga santai, diem aja, karena kita pikir pihak finance mengerti lah dengan kondisi saat ini," ucapnya.

D mengatakan saat itu pihaknya didatangi dua orang debt collector secara baik-baik yang menjanjikan penyelesaian secara musyawarah dengan ikut ke kantor leasing. Namun, setiba di kantor leasing, ternyata pihaknya diminta membayar tunggakan, denda, dan biaya penarikan sehingga berujung pada keributan.

"Nah, begitu sampai sana beda lagi, kita disuruh bayar 3 bulan plus denda, plus biaya penarikan dan mobil tidak boleh dibawa balik lagi, saat itu terjadi bentrok itu dan terjadilah video itu," sebutnya.

D pun mengungkapkan bahwa pihaknya sempat melaporkan hal tersebut ke Polsek Kelapa Dua. Namun, menurutnya, akhirnya perselisihan tersebut berakhir damai dengan catatan mobil diserahkan ke pihak leasing.

"Jadi ya memang kita putuskan damai, kita mau tanda tangan semua asal semua laporan dicabut semua. Posisi kita maju mobil hilang, kita nggak maju juga mobil hilang, akhirnya kita nggak usah maju, sama-sama hilang, sama-sama capek. Cuma dari keluarga memang kecewa juga kenapa sampai diambil mobil, tiba-tiba ilang semua kita sudah nyicil sampai setengahnya tiba-tiba gimana," ungkapnya.

Dalam video viral di sosial media tersebut terlihat pemilik mobil berselisih dengan sejumlah debt collector. Kedua belah pihak sempat ngotot saling berteriak terkait permasalahan kredit mobil.

Keributan itu disebut terjadi pada Selasa (16/6) sore. Pihak kepolisian menyebut permasalahan tersebut saat ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

(maa/mea)