Round-Up

Nazaruddin Hirup Udara Bebas, Status 'Justice Collaborator' Jadi Bola Panas

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 08:15 WIB
Muhammad Nazaruddin menjadi saksi sidang kasus korupsi Hambalang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (29/5). Nazaruddin bersaksi untuk terdakwa Choel Mallarangeng.
Potret Muhammad Nazaruddin saat memberikan kesaksian di sidang (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Muhammad Nazaruddin telah menghirup udara bebas. Namun, status justice collaborator atau JC pada terpidana kasus korupsi proyek Wisma Atlet Hambalang itu kini melahirkan polemik.

Nazaruddin awalnya sempat bikin heboh saat dirinya kabur ke luar negeri pada 23 Mei 2011. Pelarian itu dilakukan beberapa jam sebelum Dewan Kehormatan Demokrat mengumumkan pemecatannya.

Kemudian, KPK mengatakan Nazaruddin telah berstatus tersangka. Pengejaran Nazaruddin pun dilakukan. Dia ditetapkan sebagai buronan interpol.

Akhirnya pada 8 Agustus 2011, Menko Polhukam saat itu, Djoko Suyanto, memberitahukan kabar penangkapan Nazaruddin di Kolombia. Tim gabungan memverifikasi penangkapan Nazaruddin.

Nazaruddin kemudian menjalani proses hukum. Dia dipidana kurungan selama 13 tahun untuk 2 kasus. Terkait kasus yang menjeratnya, Nazaruddin telah menjadi JC dan mendapat remisi.

Kasus pertama yang menjerat Nazaruddin adalah kasus suap wisma atlet, di mana Nazaruddin terbukti menerima suap Rp 4,6 miliar dari mantan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah (DGI) M El Idris. Vonis 4 tahun 10 bulan penjara dan denda Rp 200 juta dibebankan kepada Nazaruddin pada 20 April 2012. Namun vonis itu diperberat Mahkamah Agung (MA) menjadi 7 tahun dan denda Rp 300 juta.

Kemudian kasus kedua berkaitan dengan gratifikasi dan pencucian uang. Dia divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar karena terbukti secara sah dan meyakinkan menerima gratifikasi dan melakukan pencucian uang dari PT DGI dan PT Nindya Karya untuk sejumlah proyek yang jumlahnya mencapai Rp 40,37 miliar.

Pada Minggu 14 Juni 2020, suami Neneng Sri Wahyuni ini akhirnya dibebaskan dari Lapas Sukamiskin.

"Pada hari Minggu 14 Juni 2020, dikeluarkan satu orang WBP (warga binaan pemasyarakatan) atas nama M Nazaruddin untuk melaksanakan cuti menjelang bebas," ucap Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jabar Abdul Aris via pesan singkat, pada Selasa (16/6/2020).

Aris menyatakan sebelum dibebaskan, Nazaruddin dihadapkan terlebih dahulu ke petugas Badan Pemasyarakatan (Bapas) Bandung.

Tonton juga video 'Remisi 4 Tahun 1 Bulan, Kini Nazaruddin Bebas':

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4