'Trompet Maut' M Nazaruddin, Dari Angelina Sondakh hingga Setnov

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 18:10 WIB
Muhammad Nazaruddin menjadi saksi sidang kasus korupsi Hambalang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (29/5). Nazaruddin bersaksi untuk terdakwa Choel Mallarangeng.
M Nazaruddin (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) M Nazaruddin bukan koruptor biasa. Dari mulutnya, meluncur nama-nama yang terlibat korupsi anggaran di DPR. Omongannya menjadi pintu masuk bagi penyidik meringkus koruptor di Senayan hingga di Pemerintahan. Siapa saja mereka?

Berikut nama-nama yang meringkuk di penjara usai M Nazaruddin meniup 'trompet maut' soal bagi-bagi kue APBN, sebagaimana dirangkum detikcom, Kamis (18/6/2020):

- Angelina Sondakh
M Nazaruddin mengenalkan anak buahnya Mindo Rosalina Manulung dengan anggota Komisi X DPR Angelina Sondakh pada Januari 2010. Nazaruddin meminta Angelina memfasilitasi agar perusahanannya mendapatkan proyek.

Hasilnya, perusahaan Nazaruddin mendapatkan proyek di berbagai perguruan tinggi. Hal itu atas pengaruh lobi Angelina Sondakh selaku anggota DPR dari Partai Demokrat.

Setelah M Nazaruddin ditangkap KPK, Angelina tidak berkutik. Mantan Puteri Indonesia itu ikut duduk di kursi panas.

MA menghukum Angelina 10 tahun penjara. Selain itu, aset Angie sebesar Rp 15 miliar juga dirampas negara.

- Anas Urbaningrum
Selaku Bendum Partai Demokrat, M Nazaruddin tidak mau meringkuk sendirian di jeruji besi. Ia meniup trompet bila Ketum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum juga ikut terlibat korupsi.

Akhirnya, Anas Urbaningrum divonis bersalah karena melakukan korupsi dan tindak pidana pencucian uang. Ia dihukum 14 tahun penjara, denda sebesar Rp 5 miliar subsider satu tahun dan empat bulan kurungan serta juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 57.592.330.580 kepada negara.

- Andi Mallarangeng
M Nazaruddin juga mengenalkan anak buahnya Mindo Rosalina Manulang dengan Semenpora Wafid Muharam pada April 2010. Tujuannya, agar perusahaannya lolos di berbagai proyek di Kemenpora.

Menpora kala itu, Andi Mallarangeng menerima lobi-lobi itu. Akhirnya, perusahaan M Nazaruddin mendapatkan proyek.

Belakangan, M Nazaruddin ditangkap KPK. M Nazaruddin pun berkicau. Akhirnya, Andi Mallarangeng dihukum 4 tahun penjara. Adapun Wafid dihukum 5 tahun penjara.

Selanjutnya
Halaman
1 2