Kasus Suami Pukuli Istri Gegara Gaji di Riau Berakhir Damai

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 11:53 WIB
Young woman holding stop card on dark background
Ilustrasi KDRT (Foto: iStock)
Rokan Hulu -

Polisi mengatakan kasus suami diduga memukuli istri gara-gara masalah gaji di Riau berakhir damai. Pihak istri, ML, disebut telah datang ke kantor polisi untuk mencabut laporan terhadap suaminya DPH (41).

"Kasus KDRT ini kan delik aduan. Istri korban ML (ML) telah datang ke Mapolres Rohul bersama anak-anaknya untuk mencabut laporan tersebut. Dengan demikian, kini pelaku telah diserahkan ke pihak keluarga," kata Humas Polres Rokan Hulu (Rohul), Ipda Ferry Fadli, kepada wartawan, Kamis (18/6/2020).

Ferry mengatakan ML dan keluarganya mencabut laporan agar persoalan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Dia mengatakan pencabutan laporan ini juga didukung anak-anaknya.

"Iya, ada juga surat perjanjian pelaku tidak mengulangi kembali. Anak-anaknya juga berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali. Mereka berharap orang tuanya tidak melakukan tindak kekerasan kembali di keluarga mereka," kata Ferry.

Sebelumya, DPH diduga meluapkan emosi dengan memukul dan membanting istrinya. Perbuatan DPH terungkap karena direkam dan diunggah ke media sosial oleh anaknya.

"Video itu sengaja direkam anaknya," kata pejabat Humas Polres Rokan Hulu (Rohul) Ipda Ferry kepada detikcom, Selasa (2/6).

Ferry menuturkan keluarga tersebut tinggal di Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rohul. Si anak merekam lantaran kesal atas kelakuan sang ayah.

"Karena merasa kesal pada bapaknya, yang diduga tak memberikan gaji kepada ibunya," ujar Ferry.

DPH sempat kabur selama 11 hari. Pihak keluarga kemudian menyerahkan DPH ke polisi untuk diproses secara hukum. DPH juga sempat ditahan oleh polisi.

(cha/haf)