Rohil Riau Masuk Zona Hijau Corona, Diizinkan Buka Sekolah

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 10:38 WIB
Siswa SDN 01 Kapuk Muara, Jakut, memulai hari pertama masuk sekolah dengan bersih-bersih kelas. Pasalnya sekolah itu sebelumnya terendam banjir.
Foto: Ilustrasi anak sekolah. (Pradita Utama/detikcom).
Pekanbaru -

Satu-satunya zona hijau virus Corona (COVID-19) di Provinsi Riau hanya Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Karenanya wilayah tersebut diperbolehkan melaksanakan proses belajar di sekolah.

"Hingga saat ini hanya Rohil yang zona hijau. Sehingga menteri pendidikan nasional mengizinkan dilakukan proses belajar mengajar di sekolah dengan tetap menjalankan protokol kesehatan," kata Kadinkes Riau, Mimi Yuliani Nazir dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (18/6/2020).

Kendati diizinkan membuka sekolah, sambung Mimi, namun kebijakan untuk menentukan proses belajar tatap muka di sekolah tetap menjadi kewenangan Pemkab Rohil. Selain itu, kewenangan boleh atau tidak mengikuti pembelajaran tatap muka terakhir ada di keputusan siswa atau orang tua muridnya.

"Keputusan untuk bersekolah itu menjadi kewenangan Pemda setempat. Selain itu juga harus ada izin dari orang tua murid," kata Mimi.

Dalam kebijakannya, pemerintah mengharuskan syarat zona hijau Corona untuk sekolah dibuka. Selain itu, proses pembelajaran tatap muka di daerah zona hijau dilakukan bertahap mulai dari tingkat SMA/SMK sederajat, dua bulan selanjutnya tingkat SMP sederajat, dan selanjutnya baru tingkat SD dan PAUD.

Mimi menyebutkan, jika sekolah dibuka jumlah siswa dalam kelas juga dibatasi. Sehingga sekolah nantinya ada yang masuk pagi dan siang.

"Sekolah menyiapkan tempat cuci tangan, tidak ada ekstrakurikuler dan olahraga. Ini untuk mencegah penyebaran COVID-19 di sekolah. Untuk zona kuning dan merah, pendidikan masih tetap dengan sistem online," jelas Mimi.

Seperti diketahui, pemerintah melalui SKB 4 menteri memutuskan mulai membuka sekolah kembali tapi khusus untuk yang berada di zona hijau. Peserta didik yang berada di zona kuning, oranye, dan merah tetap melakukan pembelajaran dari rumah.

"Kita telah mengambil keputusan di Kemendikbud untuk daerah dengan zona kuning oranye dan merah, yaitu zona-zona yang telah didesignasikan oleh Gugus Tugas yang punya risiko COVID dan penyebaran COVID itu dilarang saat ini melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan, jadinya untuk zona-zona merah kuning dan oranye ini merepresentasikan saat ini 94 persen daripada peserta didik, di pendidikan dini dasar dan menegah," ucap Mendikbud Nadiem Makarim, sebelumnya.

Nadiem mengatakan ada 94 persen peserta didik yang berada di zona kuning, oranye, dan merah. Sedangkan sisanya 6 persen peserta didik yang berada di zona hijau diperkenankan untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

"(Sebanyak) 94 persen dari peserta didik kita tidak diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka jadi masih belajar dari rumah. Yang 6 persen yang di zona hijau itulah yang kami memperbolehkan pemerintah daerah untuk melakukan pembelajaran tatap muka tetapi dengan protokol yang sangat ketat," ujarnya.

(cha/elz)