Round-Up

Saat Polisi Disangka Rampok Ketika Buron FBI Dicokok

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 08:00 WIB
Russ Albert Medlin ditangkap penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di Kebayoran Baru, Jaksel. Medlin merupakan buronan FBI yang dicari sejak 2016.
Russ Medlin ditangkap di Jakarta Selatan. (Agung Pambudhy/detikcom)

Dalam kesempatan itu pula, polisi menjelaskan alasan loncat pagar. Sebab, saat itu penghuni rumah tidak ada yang membuka pintu ketika polisi datang. Karena kejadian itu, warga pun sempat mengira bahwa polisi berpakaian bebas yang datang ke rumah tersebut adalah perampok.

"Terus mereka (polisi) jelaskan kenapa loncat pagar karena pas perempuan masuk biar ketangkep tangan barang bukti yang karena itu si bulenya nggak mau bukain pagar. Karena dijelaskan begitu, saya mengerti. Karena warga saya bertanya-tanya dipikir rampok kan," tuturnya.

Selain Russ Medlin, Widyo menyaksikan di rumah tersebut ada 3 anak perempuan di bawah umur. Ada juga dua perempuan asisten rumah tangga (ART) rumah tersebut.

Widyo mengaku tidak kenal dengan sosok anak perempuan yang ada di rumah tersebut. Russ Medlin kemudian dibawa oleh polisi ke Polda Metro Jaya.

Kasus ini terungkap setelah polisi mendapatkan laporan warga yang merasa curiga dengan aktivitas Russ Medlin. Polisi kemudian mendapati 3 anak perempuan di bawah umur yang keluar dari rumah tersebut.

Russ Medlin kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya. Dalam pemeriksaan di Polda Metro Jaya, diketahui bahwa Russ Medlin adalah buronan FBI yang dicari atas kasus penipuan investasi saham bitcoin. Pria WN Amerika Serikat ini juga punya catatan kejahatan seksual terhadap anak.


(mei/mei)