Round-Up

Poyuono Terancam Sanksi Usai Singgung Kadrun di Isu PKI

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 07:21 WIB
Waketum Gerindra Arief Poyuono
Foto: Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono (Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Arief Poyuono terancam sanksi dari Majelis Kehormatan DPP Gerindra. Ancaman sanksi terhadap Poyuono disebabkan karena pernyataannya soal 'PKI dimainkan kadrun'.

Poyuono berbicara soal isu kebangkitan PKI dalam sebuah wawancara yang ditayangkan di YouTube. Poyuono ditanyai soal pandangannya mengenai isu kebangkitan PKI.

"Nggak ada, cuma isu isu bohong aja. Isu-isu itu sebenarnya hanya untuk mendelegitimasi Kangmas Jokowi, yang selalu dituduh apapun dia seakan-akan dia ada hubungannya sama PKI. Seperti itu kan aneh munculnya itu di era Pak Jokowi aja. Dulu era SBY nggak ada, era Mega nggak ada, ini kan aneh," kata Poyuono dalam wawancara itu seperti dilihat Rabu (17/6/2020).

Poyuono lalu ditanya siapa yang memunculkan isu kebangkitan PKI ini. Dia menyinggung soal kadrun.

"Yang pasti ini adalah kadrun, kadrun kadrun ya yang pasti. Yang kedua mungkin orang-orang yang tidak menginginkan adanya perdamaian di Indonesia, selalu ingin mengacau yang selalu ingin mendiskreditkan pemerintah yang sah dan konstitusional dengan isu-isu PKI," sebut Poyuono.

Pernyataan Poyuono mengenai isu kebangkinan PKI itu ditanggapi Partai Gerindra melalui juru bicara partai, Habiburokhman. Habiburokhman meminta pernyataan Poyuono soal PKI tidak dikaitkan dengan Gerindra karena pernyataan Poyuono tidak mewakili mereka.

"Sebagai Jubir Partai Gerindra saya tegaskan bahwa pernyataan dari Arief Poyuono tidak mewakili Partai Gerindra. Apapun dia bilang jangan kaitkan dengan kami," sebut Habiburokhman di Twitternya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3