Transportasi Laut Kembali Normal, Diharapkan Dorong Kegiatan Ekonomi

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 19:58 WIB
Kemenhub
Foto: dok Kemenhub
Jakarta -

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan memastikan bahwa transportasi laut di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) berjalan lancar dan normal.

Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 12 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Laut dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Pandemi COVID-19.

"Pemerintah berharap dengan lancarnya kembali transportasi laut, khususnya di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat ini akan mendorong kegiatan perekonomian di wilayah tersebut bisa kembali berjalan normal sebagai dampak wabah Pandemi COVID-19," ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko, dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2020).

Hal itu disampaikan olehnya saat melakukan beberapa kunjungan di Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Barat, sekaligus mengecek kesiapan pelabuhan dalam menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru transportasi laut. Beberapa pelabuhan yang dikunjungi tersebut antara lain pelabuhan-pelabuhan dalam wilayah UPP Macini Baji-Biringkasi, UPP Garongkong-Awarange, KSOP Pare-Pare, UPP Tanjung Silopo, UPP Majene, KSOP Mamuju, dan UPP Belang-Belang.

Menurut Wisnu, semua pelabuhan di Indonesia termasuk pelabuhan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, harus tetap berjalan berdasarkan pada standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan COVID-19 sebagai urat nadi pengoperasian transportasi laut pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Protokol kesehatan tersebut antara lain seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan.

"Seluruh ABK maupun calon penumpang sebelum naik ke kapal harus dilakukan pemeriksaan Rapid Test, penyemprotan disinfektan ke kapal, pemeriksaan dokumen penumpang sesuai yang dipersyaratkan, dan harus dilengkapi kelengkapan surat jalan dari Satgas COVID-19 dari Dinas Kesehatan setempat," ujar Wisnu.

Wisnu juga turut berpesan kepada para petugas di lapangan dan Operator Kapal, agar bersikap tegas dalam pelaksanaan transportasi laut pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru guna mengantisipasi menyebarnya pandemi COVID-19.

"Apabila ditemukan ABK maupun calon penumpang kapal yang tidak melengkapi persyaratan sesuai SOP Protokol COVID-19 tentunya harus diturunkan dan tidak boleh dilayani atau diberikan ijin untuk ikut naik ke kapal. Intinya semua pihak baik para petugas di lapangan, para operator kapal maupun masyarakat sendiri harus bersama-sama berkomitmen melaksanakan adaptasi kebiasaan baru ini dengan penuh disiplin untuk menjalankan protokol kesehatan COVID-19 sehingga aktivitas transportasi laut dapat berjalan dengan baik dan lancar," jelas Wisnu.

Selain itu, Wisnu mengatakan bahwa hal penting yang harus diperhatikan adalah semua pihak yang terkait dengan transportasi laut harus memberikan dukungan bagi kelancaran logistik guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kami harus memastikan bahwa Tol Laut Logistik trayek T4 Makassar - Polewali - Belang-Belang - Nunukan - Makassar tetap beroperasi secara normal," ungkapnya.

Lebih lanjut, Wisnu juga menyempatkan diri untuk berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan setempat agar memastikan kapal Pelayaran Rakyat (Pelra) yang telah dihibahkan dimanfaatkan secara optimal. Adapun kapal-kapal tersebut antara lain KM Banawa Nusantara 6 di UPP Macini Baji , KM Banawa Nusantara 101 di KSOP Mamuju, serta KM Banawa Nusantara 80 di UPP Garongkong.

Terkait dengan kunjungan kerja yang dilakukan Wisnu, hal tersebut disambut baik oleh kantor-kantor UPT Ditjen Perhubungan Laut. Kepala Kantor UPP Macini Baji Steady Lantang, mengatakan bahwa pihaknya menyambut gembira dan mengapresiasi kunjungan tersebut, di mana Wisnu juga menyempatkan untuk memberikan pengarahan kepada para pegawai Kantor UPP di setiap pelabuhan yang dia kunjungi. Hal tersebut merupakan salah satu wujud kepedulian dan dukungan pusat kepada daerah dalam menghadapi masa-masa sulit di tengah pandemi.

"Kami sangat senang Pimpinan kami dari Kantor Pusat berkenan datang dan memberikan arahan. Ini merupakan bentuk dukungan dan motivasi bagi kami sebagai ASN Perhubungan Laut untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di masa Pandemi," pungkas Steady.

Sebagai informasi, dalam kesempatan kunjungan kerja selama 4 (empat) hari dari tanggal 13 Juni hingga 16 Juni 2020 yang dilakukan oleh Wisnu, dirinya juga melakukan pengecekan kesiapan angkutan-angkutan perintis untuk mulai beroperasi secara reguler di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat di masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Adapun angkutan perintis yang dicek kesiapannya antara lain:

R-20 dengan rute Makassar-Selayar-Reo-Bima-P.Sailus-Calabai-Badas-Calabai-P.Sailus-Bima-Reo-Selayar-Makassar
R-43 dengan rute Makassar-Bantaing-Selayar-Jinato-Kayuadi-Jampea-Bonerate-Kalatoa-Maumere-Kalatoa-Bonerate-Jampea-Kayuadi-Jinato-Selayar-Bantaing-Makassar
R-44 dengan rute Makassar-Macini Baji-Dewakang Lompo-P.Kalukalukuang-P.Dewakang Lompo-Macini Baji-Makassar-Macini Baji-P.Balobaloang Lompo-P.Sapuka Lompo-P.Tampaang-P.Sailus Lompo-Badas/Kayangan-P.Sailus Lompo-Tampaang-P.Sapuka Lompo-Balobaloang Lompo-Macini Baji-Makassar
R-45 dengan rute Mamuju-P. Ambo-P. Popoongan-P.Salissingan-BalikPapan-P.Salissingan-P.Popoongan-P.Ambo-MamujuBBudong-Budong-Bontang-Budong-Budong-Mamuju

(ega/ega)