PSBB Palembang Tak Diperpanjang, Wali Kota Ingatkan Disiplin Kesehatan

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 16:50 WIB
Wali Kota dan jajaran umumkan berakhirnya PSBB
Wali Kota dan jajaran mengumumkan berakhirnya PSBB Palembang. (Raja Adil Siregar/detikcom)
Palembang -

Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Palembang telah resmi berakhir pada 16 Juni. Pemkot pun memastikan tak akan memperpanjang PSBB di Palembang.

"PSBB resmi berakhir tadi malam. Hasil rapat evaluasi dan skor berdasarkan 15 indikator. Kondisi Kota Palembang saat ini mengalami perubahan status dari zona merah jadi zona oranye," terang Wali Kota Palembang Harnojoyo di rumah dinasnya, Rabu (17/6/2020).

Terkait penurunan kasus itu, Harnojoyo sepakat tidak memperpanjang PSBB di Kota Pempek. Namun ia memastikan Pemkot akan menerapkan disiplin protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Corona (COVID-19).

Harnojoyo juga bersyukur ada keberhasilan yang didapat dari pelaksanaan PSBB selama dua tahap. Berdasarkan skor, Palembang meningkat dari 1,8 jadi 1,9, yang didasari 15 indikator.

"Penegakan disiplin protokol kesehatan bakal dilaksanakan terhitung hari ini. Kita berharap dapat meningkatkan peran kita semua," tutur Harnojoyo.

Langkah peningkatan disiplin kesehatan diambil agar lebih menekan angka penyebaran COVID-19 di Kota Palembang. Tentunya melalui kesadaran masyarakat.

Untuk pengawasan sendiri, Pemkot Palembang bakal menyebar 1.752 personel gabungan untuk patroli rutin. Petugas gabungan disebar di pusat-pusat keramaian yang masih padat aktivitas masyarakat.

"Untuk yang sekarang, kami akan fokuskan 1.752 aparat keamanan di pusat keramaian seperti di pasar tradisional. Intinya kita mau masyarakat sama-sama sadar menerapkan protokol kesehatan," sebut Harnojoyo.

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Anom Setyadji menyebut tak ada batasan waktu dalam penerapan disiplin. Termasuk sanksi seperti saat PSBB juga tidak diberlakukan.

"Di sini tidak ada sanksi, tim membimbing masyarakat dengan memberikan imbauan. Kalau (masyarakat) salah, petugas memberikan teguran," ungkap Anom.

Berdasarkan catatan Gugus Tugas COVID-19 Palembang, hingga 16 Juni tercatat ada 934 kasus positif. Dari jumlah itu 40 orang meninggal dan 304 kasus sudah sembuh.

Kasus positif tersebar di 18 kecamatan di Kota Palembang. Tingginya kasus positif COVID-18 bahkan sempat membuat Kota Palembang ditetapkan berstatus zona merah.

(ras/elz)