Makbul: Sejak Awal, Mabes Polri Tolak Ide Sidik Jari
Minggu, 25 Des 2005 15:34 WIB
Jakarta - Mabes Polri kembali menegaskan bahwa tidak akan ada pengambilan sidik jari kepada para santri di seluruh Indonesia. Apalagi memang tidak pernah sekali pun ada perintah ke tingkat bawah untuk melakukan tindakan tersebut."Soal sidik jari sampai saat ini tidak ada perintah. Kami berperang melawan terorisme dengan cara teknologi, jadi tidak bisa dengan cara sembarangan begitu," tegas Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Makbul Padmanegara di hadapan peserta diskusi publik tentang pesantren, jihad dan isu terorisme di Masjid Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Jaksel, Minggu (25/12/2005).Diakui Makbul, ide ambil sidik jari dicetuskan oleh Polres Cibabat, Bandung, setelah bertemu dengan para tokoh ulama setempat. "Ide tersebut langsung ditolak oleh Mabes Polri karena dianggap kurang rasional," terang Makbul.Kapolri sendiri, jelas Makbul, telah beberapa kali menegaskan tidak akan menindaklanjuti ide tersebut. "Pengungkapan kasus terorisme dan penangkapan pelakunya tetap menggunakan cara-cara manusiawi," kata Makbul.Pembicara diskusi lainnya, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiah Indonesia, Husein Umar, mengatakan, seharusnya Kapolri secara resmi mengumumkan ke jajaran di bawahnya terutama di daerah untuk tidak mengambil sidik jari."Diumumkan, bukan hanya sebatas statement," tegur Husein.Hal tersebut sebaiknya segera dilakukan, pasalnya apabila sampai terjadi pengambilan sidik jari, maka itu akan menjadi semacam pembenaranbahwa pesantren rentan dimasuki kelompok teroris. "Ini yang kita keberatan, sekarang berapa orang sih yang terlibat teroris, kan tidak sampai 10-an, tak sebanding dengan banyaknya santri di Indonesia," gugat Husein.
(arn/)











































